Matahari sesungguhnya selalu hadir dan ada,
Dan setiap orang terhangati olehnya.
Meskipun begitu, karena matahari tidak selamanya terlihat,
Manusia tidak mengengetahui bahwa kehangatan dan kehidupan berasal darinya.

Rabu, 20 November 2013

PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN -2


2.      METODE
Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Metode berhubungan dengan pemilihan bahan, urutan bahan, penyajian bahan sertav pengulangan bahan.

Metode pengajaran bahasa yang di kemukakan oleh Mackey          (1965:151-155), yakni:
1.      Metode Langsung (direct menthod)
Menurut Mackey (1965:151-152) ciri utama metode ini ialah menggunakan struktur dan kosa kata yang biasa di gunakan sehari-hari, tata bahasa yang diajarkan dengan memperhatikan situasi, menggunakan banyak butir baru dalam pengajaran yang sama untuk membuat alamiah bunyi bahasa yang pada gilirannya memperkaya penggunaannya dalam percakapan biasa.
Kelebihannya:
1) Pelajar terampil menyimak dan berbicara. 2)Pelajar menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati penutur asli.3) Pelajar mengetahui banyak kosa kata dan pemakaiannya dalam kalimat.
Kelemahannya:
1)Pelajar lemah dalam kemampuan membaca pemahaman karena materi dan latihan ditekankan pada bahasa lisan. 2)Memerlukan guru yang ideal
dari segi ketrampilan berbahasa dan kelincahan dalam penyajian pelajaran. 3)Tidak bisa dilaksanakan dalam kelas besar.

2. Metode Alamiah (natural menthod)
Menurut Mackey (1965:152) metode ini berciri :
a) Pengajaran langsung kepada benda atau digunakan gambar.
b)Kata-kata baru diajarkan berdasarkan pengetahuan siswa mengenai kata lama.
c) Kesalahan berbahasa segera diberi diberitahukan.
d) Tidak ada terjemahan.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik belajar seperti bahasa ibunya, si terdidik dapat langsung menghayati benda, sifat atau proses karena langsung diperhatikan atau gambar.

3. Metode Psikologi (psichologicial menthod)
Menurut Mackey (1965 : 152) ciri utama metode ini adalah :
a)Benda, diagram, gambar digunakan untuk menimbulkan imaji mental terhadap kata yang diajarkan.
b) Kosa kata disusun kedalam kelompok-kelompok berdasarkan jenis kalimat   idiomatic yang berkaitan dengan bahan yang sedang diajarkan.
c) Tiap kelompok merupakan satu pokok bahasan.
d) Pelajaran dibagi atas bab dan subbab.
e) Pelajaran bersifat oral pada mulanya, lalu ,menngunakan buku.
f) Bahasa sehari-hari dihindari meskipun tidak dilarang.

       Keunggulan metode ini, adalah si terdidik langsung menghubungkannya dengan aktivitas mental sehingga bahan yang diajarkan sukar dilupakan, dan siswa terhindar dari pengaruh bahasa ibu.

4. Metode Fonetik (phonetic menthod)
Metode ini dikenal juga dengan metode oral. Metode memulai dengan telinga, lalu ke ucapan yang berturut-turut dari bunyi bahasa (fonem), kata, frase, dan kalimat. Langkah berikutnya, yakni menghubungkannya dengan percakapan dan cerita.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik terbiasa melafalkan bahasa yang dipelajari secara tepat.
5. Metode Membaca (reading method)
Tujuan utamanya yakni si terdidik memiliki ketrampilan pengetahuan membaca. Teks di bagi atas jenis tertentu yang didahului oleh daftar kata yang akan diajarkan melalui wacana, terjemahan atau dengan menggambarkannya. Setelah tahap kosa kata tertentu dicapai, bahan tambahan berupa cerita atau novel mulai diperkenalkan dengan maksud agar si terdidik menguasai kosa kata.
Segi kekuatan dan kelemahan
Kekuatan :
a)Pelajar terlatih memahami bacaan dengan analisis, tidak melalui penerjemahan.
b)Pelajar mengusai kosa katadengan baik.
c)Pelajar memahami penggunaaan tatabahasa.
Kelemahan:
a)Pelajar lemah dalam ketrampilan dalam membaca nyaring.
b)Pelajar tidak terampil dalam menyimak dan berbicara.
c)Pelajar kurang terampil dalam mengarang bebas.
6. Metode Tata Bahasa (grammar lenguage method)
Pada metode ini, kaidah yang menjadi pusat perhatian. Kaidah tata bahasa dipelajari melalui kata-kata. Pengetahuan kaidah lebih daripada pemakaian bahasa. Dalam metode ini tidak ada latihan lafal. Keunggulan metode ini, yakni dengan pengetahuan kaidah si terdidik dapat meramalkan bentuk yang muncul.
7. Metode Terjemahan (translation menthod)
Newmark (1985:5) mengatakan bahwa terjemahan adalah proses memadankan konsep kata, frase,dan kalimat yang terdapat pada teks bahasa yang lain.
Menurut Mackey (1965:153) metode ini dapat digunakan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dan sebaliknya. Dasar yang digunakan dalam metode terjemahan ini, yakni penguasaan bahasa yang sedang dipelajari dapat dicapai melalui terjemahan dari bahasa ibu atau sebaliknya. Selain itu, metode ini didasarkan pada persefsi bahasa melalui pemusatan perhatian pada kata, yakni bahwa bahasa asing sama dengan bahasa ibu, yang berbeda yang berbeda adalah kata-katanya.
Keunggulan metode ini adalah praktis, tidak banyak mengeluarkan biaya dan tenaga, dan pengetahuan tentang kosa kata segera dicapai. Si terdidik langsung bisa membedakannya dengan bahasa ibunya.

8. Metode Tata Bahasa - Terjemah (grammar translation method)
Metode ini adalah kombinasi antara tata bahasa dan terjemahan. Metode ini biasa disebut metode tradisional (lihat Els,dkk,1977,;45). Metode ini menekankan pengajaran tata bahasa sasara, dan teknik praktek utamanya adalah terjemahan dari/dan dalam bahasa sasaran (lihat Hamied, 1987:114).
Menurut Mackey (1965:153, ciri-ciri metode ini:
a) Tatabahasa yang diajarkan adalah tata bahasa formal.
b) Kosa kata yang digunakantergantung pada teks atau bacaan yang telah dipilih
c) Pelajaran dimulai dengan kaidah-kaidah, lalu kosa kata tanpa konteks, dan kemudian terjemahan
d) Kosa kata dibagi ke dalam daftar kata untuk diingat
Keunggulan metode ini adalah siswa mendapat bekal kaidah bahasa yang dipelajari dan memahami sejumlah kosa kata. Dengan memahami kaidah bahasa yang diikuti oleh pemahaman terhadap kosa kata, praktek berbahasa dapat lebih mudah dilaksakan.

9. Metode Elektik (Electic Method))
Metode elektik disebut juga metode campuran, yakni metode campuran dari unsur yang ada dalam metode langsung dan metode tata bahasa-Terjemahan. Metode ini disebut juga metode sktif di Francis. Keterampilan bahasa disuguhkan dengan urutan, berbicara, menulis, memahami, dan membaca. Aktivitas berbahasa termasuk didalamnya praktek berbahasa, membaca nyaring, bertanya dan menjawab. Latihan menerjemahkan, pelajaran tata bahasa secara dedukti, dan alat peraga digunajkan pula metode ini.
Metode elektik bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan             guru secara memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kekuatan dari setiap metode dan menyusaikannya dengan kebutuhan program pengajaran yang ditanganinya, kemudian menerapkannya secara proporsional.

10. Metode Unit (the unit Method)
Metode ini merupakan penerapan system mengajar , menurut Herbart yang terdiri dari lima langkah yakni: persiapan siswa, penyuguhan bahan, bimbingan melalui induks, penarikan kesimpulan generalisasi, dan penerapan (lihat Mackey,1965:154; Djunaidi,1987:38). Langkah ini dapat diterapkan pada semua tingkat.
Keunggulan metode ini adalah siterdidik menemukan sendiri kaidah-kaidah itu dibawah bimbingan guru. Unsur demokrasi diperhatikan pula karena bahan yang dipelajari dipilih secara suara bulat dikela. Disamping itusi terdidik mendapat latihan yang banyak yang memungkinkan mereka untuk kreatif. siswa tidak akan melupakan bahasa ibunya karena bahan mereka dipersiapkan dalam bahasa ibu mereka.
11. Metode Kontrol bahasa (lenguage control method)
Metode kontrol bahasa atau metode pembatasan bahasa adalah metode yang mengadakan pembatasan dan gradasi terhadap kosa kata dan kalimat yang akan diajarkan.
Pembatasan ini dapat didasarkan pada studi tentang frekuwensi kata atau butir-butir yang berguna. Makna dapat diajarkan melalui pembatasan aktivitas dan gambar, atau melalui peragaan bendanya atau visualisasi. Metode ini dapat disamakan dengan metode langsung, tetapi semua harus dipolakan dan terkontrol/dibatasi.
            Keunggullan metode ini, yakni siswa tidak akan mempelajari kata dan kalimat yang tidak perlu, sebab hanya kata dan kalimat yang berfrekuwensi tinggi dalam pemakaian sehari-hari yang akan dipelajari.

12. Metode Memorisasi - Mimikri
Metode ini bisa juga disebut metode drill informant. Pengajaran dibagi atas demontrasi dan latihan atau drill. Bahan yang di demontrasikan yakni tata bahasa, lafal dan kosa kata, baik yang dilaksakan oleh guru sendiri maupun oleh informan.
            Keunggulan metode ini, adalah siswa mengulang pelajaran dan frekuensi latihan yang memadai yang memungkinkan si terdidik tidak mudah nelupakan pelajaran.

13. Metode Praktik - Teori (practice-theory method)
Metode ini mendahulukan praktik daripada teori. kalimat yang diajarkan dilaksakan dengan jalan mengulang-ulang, menirukan informan atau melalui rekaman. Kalimat- kalimat tadi lalu dianalisis secara fonetis dan structural kemudian  terdidik diminta untuk memperluas atau membuat kalimat baru berdasarkan pola kalimat yang diajarkan.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik memulainya dengan praktek. Teori akan ditemukan berdasarkan praktek. selain itu si terdidik dapat kesempatan banyak untuk berlatih dan menciptakan kalimat baru sehingga pola kalimat yang telah diajarkan tidak mudah dilupakan.

14. Metode Kognat (Cognate method)
Dasar metode ini yakni kognat atau kemiripan antara bahasa yang sedang dipelajari dengan bahasa ibu. Itu sebabnya si tedidik yang menerapkan metode ini memulainya dengan mempelajari kemiripan bentuk dan makna kosa kata dalam bahasa yang dipelajari dengan bahasa ibu.kata-kata itu digunakan dalam bahasa lisan dan latihan mengarang. Metode ini mirip dengan pendekatan analisis konstruktif.
Keunggulan metode ini, yakni si terdidik dapat membandingkan secara langsung kosa kata yang dipelajari dengan bahasa ibunya.

15. Metode dua bahasa (the dual language method)
Metode ini mirip dengan metode kognat, yakni metode yang mendasarkan pada asumsi perbedaan dan persamaaan antara bahasa yang sedang dipelajari dengan bahasa ibu. Yang diajarkan bukan saja kemiripan dan perbedaan kosa kata, tetapi juga fonem, dan kalimat antara kedua bahasa itu.
Keunggulan metode ini adalah siswa dapat mengasosiasikan dengan bahasa ibunya sehingga kata atau pola kalimat yang diajarkan tidak mudah dilupakan.

16. Metode Audiolingual
Metode Audiolingual sering di sebut pendekatan dengar-ucap (Aural-Oral Approach) atau metode meniru menghapal (The Mimicry-Memorization Methode) atau metode informant-Drill. Metode ini mendasarkan teorinya pada aliran linguistik structural dan psikologi behaviorisme yang terkenal dengan teori stimulus-respon yang konsepnya berasal dari seorang linguis yang bernama Bloomfield dan seorang psikolog bernama Skinner. Berdasarkan teori itu, teknik pelaksanaan metode audiolingual yakni dengan cara memberikan latihan (drill) dan latihan pola (pattem practice). Itu sebabnya latihan yang intensef dalam keterampilan berbicara dan menyimak dengan cara bercakap-cakap, menghafal, dan latihan pola menjadi ciri utama metode ini.

17. Metode Berlitz
Metode ini berasal dari penganjurnya yang bernama Maximilian Berlizt. Metode ini sama dengan prinsip dasar metode langsung (Mackey,1965;148).
Ciri umum metode, adalah :
a)Bahan didasarkan pada frase dan kosa kata yang digunakan dalam percakapan sehri-sehari
b)Siswa selalu dibawa pada pikiran yang diungkapkan dalam bahasa yang sedang diajarkan
c)Bahasa ibu tidak digunakan
d)Kata benda diajarkan melalui pengamatan bendanya, tiruan atau gambarnya
e)Kata-kata yang bersifat abstrak dilaksakan dengan jalan demontrasi
Keunggulan metode ini, yakni si terdidik langsung menghayalti bahasa yang digunakan dalm kehidupan sehari-hari.

18. Metode realis
Metode realis (Realis Method) berdasarkan prinsip bahwa mempelajari bahasa harus sebagaimana tingkah laku berbahasa yang sesungguhnya.



Ciri metode ini, ialah :
a) Basa dipandang sebagai reaksi terhadap alam sekitar. Reaksi yang dimunculkan manusia akan berupa bahasa verba, bahasa nonverbal, bahasa nonverbaaldan bunyi-bunyj pernyataan yang lain.
b) Penggunaan bahasa harus sesuai dengan tingkah laku berbahasa yang sesungguhnya.
c) Penyusunan bahan di lakukan atas kerja sama antara ahli bahasa dengan guru bahasa. Bahkan disajikan dalam  bentuk percakapan.
Keunggulan metode ini adalah si terdidik langsung menghayati penggunaan bahasa yang sesui dengan tinggkah laku berbahasa yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.