Sunday, December 21, 2014

Kerusakan protek Tv Polytron

Bagi teknisi yang sudah tau mungkin hal ini sangat sepele karena mungkin mereka sudah kenal internet dan dan dapat dari browsing atau berbagi dengan teman fesbuk. Bagi yang awam mungkin ini sangat menjengkelkan sekali sehingga kerusakan seperti ini bisa terselesaikan dengan mengganti mesin tv dengan mesin china atau over service ke teknisi lain yang lebih pengalaman. Artinya mereka tidak mampu mengatasi kerusakan seperti ini.
Penyebabnya adalah pin protek kehilangan tegangan 5v. 

Berikut adalah gambar penyebab tv Polytron Protek, artinya tv bisa menyala dan muncul logo Polytron lalu kembali standby.


Satu lagi kerusakan yang mungkin masih jarang ketemu yaitu tombol panel seakan terpencet sehingga tampilan tv selalu berubah, misal kadang muncul gambar tv, lalu berubah ke AV dan berubah lagi ke Radio dan berulang-ulang sehingga menimbulkan kesan IC program koslet. Tapi ternyata kita salah menduga ternyata kerusakan pada C bypass pin KEY ke Ground. 
Lihat gambar: Semoga bermanfaat..

Saturday, November 22, 2014

MENGALIRLAH SEPERTI AIR



Jadilah seperti air yang suci lagi menyucikan
bergerak untuk menghidupkan,
mengalir untuk kebaikan
memancar dengan kekuatan
dikelola menjadi pembangkit energi dahsyat kehidupan
itulah pilar kesuksesan,
kunci kebahagian dengan menebar kebaikan 

**********
Tuangkan air ke dalam gelas, maka ia akan berbentuk menyerupai gelas. Jika air itu dimasukkan ke dalam bak, iapun akan mengikuti bentuk bak tersebut, entah bundar ataupun persegi. Segala bentuk, semua sudut yang ditawarkan, air selalu bisa mengisi, memenuhi dan tak pernah membiarkan sisi-sisi wadah tak tersentuh olehnya. Namun air tetap air, meski harus berbentuk persegi atau bundar, tempat kecil atau besar, ia tetap berbentuk cair. Seperti air, dimanapun berada hendaknya kita bisa beradaptasi dengan lingkungan dan ketentuan yang berlaku. Tapi tidak berarti harus tenggelam dalam kungkungan dan batas-batas ketentuan yang tak normal, bukan juga larut bersama putaran kehidupan yang tak semestinya, apalagi hanyut terbawa arus gelombang realita yang seringkali menggiurkan namun menyesatkan. Seperti air, keberadaan manusia di muka bumi hendaknya bisa menyentuh setiap waktu, setiap tempat yang disinggahinya, bukan tanpa makna. 

Air senantiasa bergerak, dimanapun ada celah dan ruang, sudut dan sisi ia pasti menemukan jalan. Air cenderung bergerak kebawah, dua hal yang menjadikannya keatas, oleh ajakan awan yang kemudian menjadikannya hujan dan akhirnya kembali jatuh ke bawah (bumi), dan satu lagi, oleh mesin buatan manusia untuk pelbagai keperluan, namun yang pasti ujungnya selalu ke bawah. Air yang berdiam diri, terjebak dalam kubangan tak berpembuangan, akan mengering, berwarna yang tak lagi bening dan akhirnya tak berguna sama sekali, bahkan bisa menjadi sumber penyakit akibat dihinggapi bermacam bakteri. Yang demikian, tak lagi bersih dan suci, hingga tak layak untuk segala keperluan manusia. Seperti air, tak pernah diam, selalu beranjak setiap saat, begitulah semestinya manusia. Ada dua manusia yang tak bergerak, malas atau mati. Mereka yang tak bergerak, berdiam diri dan tak melakukan aktifitas yang bermanfaat, maka tak ubahnya ia seperti makhluk tak bernyawa. Keberadaannya tak bedanya dengan ketiadaannya. Keberadaannya tak dirasa manfaatnya, ketiadaannya tak dirisaukan. Manusia yang tak memiliki aktifitas, tak bekerja dan menggunakan potensi dan kelebihannya, adalah manusia yang tak berguna. Seperti air, jikapun harus terus bergerak, hendaknya manusia tak pernah lupa bahwa ia punya tempat kembali. Manusia bermula dari bawah akan kembali jatuh ke bawah. Mengawali hidup tanpa apapun, juga tanpa apapun saat mengakhirinya. Kita berasal dari tanah akan kembali ke tanah. 

Air tak pernah bisa dibendung, dan terbendung. Tertutup satu jalan di depan, ia akan berusaha mencari jalan lain dan terus mencari sampai jalan itu benar-benar didapatinya. Coba perhatikan, air tak pernah menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau bak, ia akan mengalir dengan deras menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti air, tidak seharusnya manusia menyerah pasrah dan putus asa setiap kali membentur halangan dalam berupaya meraih cita-cita. Berpikir cepat, inovatif, kreatif mencari celah menuju cita-cita, harus menjadi bagian dari sifat diri. Dan satu hal lagi, jangan pernah mengabaikan sekecil apapun kesempatan yang terbuka untuk secepat kilat menerobosnya, karena bisa jadi, itu jalan satu-satunya meraih kesuksesan. 

Saat panas menyengat, membuat tenggorokan terasa kering, airlah tumpuan kita untuk melepaskan dahaga. Tubuh yang kotor, oleh peluh dan debu, air menjadi satu harapan untuk bisa membersihkannya. Bahkan untuk menyegarkan diri, tentu air pula yang dicari, baik sekedar cuci muka, mandi ataupun berenang. Manusia tak pernah bisa membayangkan hidup tanpa air, seperti halnya manusia tak juga bisa membayangkan hidup tanpa bumi tempat berpijak. Seperti air, sebagai makhluk yang diciptakan dengan bentuk yang lebih sempurna ketimbang makhluk lainnya, seharusnya setiap kita memiliki sifat asertif, senantiasa hadir saat manusia lain membutuhkannya, selalu memberikan yang terbaik tanpa terlebih dulu diminta. Sehingga pada masanya, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi seperti apapun, kita selalu dicari, dibutuhkan dan dipentingkan. Sungguh merugi manusia yang kehadirannya tak pernah diperhitungkan. 

Air bisa dibuat panas mendidih hingga 100 derajat, bisa juga dibuat dingin dan membeku hingga titik dibawah nol. Namun air tetap bening tak berwarna, dalam keadaan panas atau beku. Ia tetap bernama air jika tetap bening tak berwarna, jika sudah berubah warna menjadi kuning atau merah, mungkin saja namanya sirup, jika ia hitam, hampir pasti orang menyebutkan kopi. Atau ketika berwarna kecoklatan, mungkin kehitaman, meski masih bernama air, tapi terdapat embel-embel, air kotor, air kali atau juga air got. Seperti air, panas atau dingin tetap melegakan, sebaiknya manusia, dalam keadaan apapun tetap bisa menyenangkan manusia lainnya. Sehingga manusia lain tetap betah bertetangga, hidup bersama dan berdekatan. Seperti air, untuk menjadi diri sendiri, setiap manusia harus mempertahankan warna fitrahnya. Fitrah manusia pada kesucian dan kebenaran, dan sudah barang tentu, manusia yang tak lagi pada fitrahnya itu mungkin saja tak layak lagi menyandang predikat manusia. Atau sekiranya masih berwujud manusia, namun hakikatnya tak lagi manusia. Misalnya, manusia yang mengambil barang orang lain, biasanya digelari maling, pencuri, copet, jambret atau lainnya. Manusia yang menggunakan harta perusahaan untuk kepentingan pribadi, orang mengenalnya sebagai koruptor. Manusia yang gila kekuasaan, sering dicap diktator. Bahkan ada manusia yang perilakunya seperti hewan, entah sebutan apa yang pantas untuk yang semacam ini. Dan masih banyak lagi sebutan-sebutan yang dilatar belakangi oleh perilaku manusia itu sendiri. 

Air tak pernah menyatu dengan minyak. Kita semua tahu itu. Air dan minyak, bisa dijadikan simbol ketidakmungkinan dua zat berbeda untuk bersatu. Bisa juga sebagai simbol penolakan kebathilan oleh kebenaran. Seperi hitam dan putih yang tak pernah sama, jika dipadukan ia akan menjadi abu-abu. Seperti air, wajib menolak setiap hal yang bertentangan dengan kebenaran. Untuk diketahui, kita memiliki daya resistensi untuk menentang kebathilan yang sungguh-sungguh bukan fitrah manusia. Namun jika resistensi itu tak digunakan, bukan tidak mungkin banyak manusia yang menjadi abu-abu, alias munafik, terkadang terlihat seperti putih padahal ia hitam. 

Maka, mengalirlah seperti air ....

Saturday, October 25, 2014

Mengumpulkan dan Mengolah Informasi Hasil Belajar


Tujuan utama dari kegiatan penilaian adalah untuk mengetahui apakah kompetensi dasar yang telah ditetapkan sudah dapat dicapai oleh siswa atau belum. Untuk keperluan tersebut guru perlu menyusun prosedur penilaian dalam bentuk kisi-kisi pengukuran.


Kisi-kisi pengukuran tersebut antara lain berisi :
(a) aspek  yang  akan  diukur :   kognitif,   afektif,   atau                     psikomotor,
(b) jenis alat ukur yang digunakan : tes atau non-tes,
(c) teknik atau cara pengukurannya : tertulis, lisan, atau                      perbuatan
(d) cara penskoran serta pengolahannya.

Informasi hasil belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi yang telah ditentukan dapat dikumpulkan dengan menggunakan berbagai bentuk penilaian, masalnya dari tes tertulis serta panilaian unjuk kerja. Informasi hasil belajar yang diperoleh dari tes tertulis dikumpulkan dari hasil tes tertulis yang telah dikerjakan siswa, baik yang berasal dari ulangan harian, tes tengah semester, ataupun tes akhir semester. Jenis tes yang sering digunakan di lapangan adalah tes objektif  dan tes uraian.

A. Memeriksa dan Mengolah Hasil Tes
1. Memeriksa Hasil tes Objektif
Cara yang paling umum dilakukan oleh para praktisi pendidikan di lapangan adalah dengan pemeriksaan secara manual. Cara ini tepat dilakukan jika jumlah peserta tesnya tidak terlalu banyak. Caranya dengan  membuat master kunci jawaban pada lembar jawaban kosong.  Master jawaban digunakan untuk memeriksa hasil jawaban siswa.

Jika jumlah peserta tes sangat besar, maka pemeriksaan secara manual dirasa tidak efektif lagi. Jika peserta tes dalam jumlah besar maka dapat menggunakan fasilitas komputer untuk menskor dan mengolahnya. Pembacaan jawaban siswa dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin pembaca (scanner machine) dan untuk mengolah data selanjutnya dapat digunakan komputer.
Prinsip kerja pemeriksaan jawaban dengan fasilitas komputer:
a)       Semua jawaban siswa di-scan.
b)      Identitas data siswa yang terisi benar dipisahkan dari yang terisi salah melalui proses editing.
c)      Data yang salah diperbaiki melalui proses up-dating.
d)      Setelah semua identitas siswa benar, kunci jawaban dimasukkan ke dalam komputer.
e)      Menghitung jawaban yang benar dari setiap siswa melalui proses scoring.


2. Memeriksa Hasil Tes Uraian
Pemberian skor atau scoring merupakan masalah serius dalam pemeriksaan hasil tes uraian. Menurut Hopkins dan kawan-kawan (1990) terdapat lima faktor yang menjadi permasalahan pada saat memeriksa hasil tes uraian yaitu ketidaktetapan pemeriksa dalam memberikan skor, adanya hallo effect, carri over effect, order effect, dan adanya efek penggunakan bahasa serta tulisan siswa.

Untuk memeriksa hasil tes uraian sebaiknya mengikuti cara-cara berikut:
a. Setiap lembar jawaban siswa sebaiknya diperiksa oleh dua orang pemeriksa
b. Prosedur Pemeriksaan:
- Kedua pemeriksa menyamakan persepsi untuk mencari kesepakatan cara memeriksa jawaban siswa.
- Pemeriksa mengujicobakan pedoman penskoran yang sudah disepakati dengan memeriksa 5 – 10 lembar jawaban siswa.
- Pemeriksaan jawaban siswa dilaksanakan setelah uji coba pemeriksaan menunjukkan hasil pemeriksaan yang baik.
- Pemeriksa menentukan skor yang diperoleh setiap siswa.

3. Mengolah Data Hasil Tes
                  Skor mentah perlu diolah agar mudah dipahami oleh murid atau orang tua. Cara yang paling mudah dan umum diguynakan untuk mengolah hasil tes adalah dengan mengubah skor tersebut dalam bentuk presentase sebagai berikut:
a. Untuk tes objektif
                                                       Jumlah Jawaban yang Benar
       Persentase Penguasaan =  -------------------------------------------------- x 100% 
                                                       Jumlah Butir Soal

b. Untuk tes uraian
          Jumlah Skor yang Diperoleh Siswa
       Persentase Penguasaan =  -------------------------------------------------- x 100% 
                                                       Jumlah Skor Maksimal


B.  Pengumpulan dan Pengolahan Informasi haisl Belajar dari Unjuk Kerja Siswa
       Informasi hasil belajar yang diperoleh dari unjuk siswa kerja siswa, baik yang berupa unjuk kerja yang langsung diamati guru, pembuatan laporan, pengumpulan hasil karya, pengumpulan portofoio dan lain sebagianya. Satu hal yang tidak kalah penting adalah informasi yang berkenaan dengan proses selama menghasilkan karya tersebut. Untuk memperoleh informasi tersebut sudah barang tentu guru harus mempersiapkan pedoman pengamatan yang dilengkapi dengan kriteria penskoran. Inilah yang dikenal dengan rubrik

Pengolahan Data dari Pengukuran Unjuk Kerja Siswa (melalui Skala Rating atau Skala Sikap dari Likert), dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
a.  Hitung jumlah skor maksimal dan minimal yang mungkin diperoleh siswa untuk semua indikator.
b.  Jumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa.
c.  Bandingkan skor yang diperoleh dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan atau
d.  Membagi jumlah skor yang diperoleh siswa dengan skor maksimal kali 100%.


Wednesday, October 8, 2014

DIDAKTIK METODIK : TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH DASAR

TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH DASAR MELIPUTI :


1. Memimpin dan membina Sekolah Dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Membina kerjasama dengan orang tua, masyarakat dan pihak terkait
3. Memimpin dan mengkoordinasikan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas kinerja Sekolah Dasar
4. Membagi habis tugas-tugas Kepala Sekolah kepada guru dan Staf Tata Usaha (TU), sesuai dengan tuntutan kurikulum.
5. Melaksanakan bimbingan, pembinaan, motivasi, pengayoman kepada guru dan staf TU dalam pelaksanaan pembelajaran.
6. Menciptakan dan mengendalikan suasana kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan (Menyenangkan, harmonis dan dinamis)
7. Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi guru maupun staf Tata Usaha
8. Mendorong untuk meningkatkan kemampuan guru dan staf Tata Usaha melalui penataran, pelatihan dan pendidikan lanjutan.
9. Sebagai mediator antara Kepala Sekolah Dasar, Guru dan Staf Tata Usaha dalam rangka peningkatan kinerja yang setinggi-tingginya.
10. Secara terus menerus membina dan mengevaluasi Pelaksanaan tugas guru dan Staf Tata Usaha secara obyektif
11. Mendorong pendayagunaan sarana dan prasarana Sekolah Dasar
12. Merencanakan dan melaksanakan penerimaan siswa baru
13. Menyusun kegiatan ekstra-kulikuler siswa.

FUNGSI KEPALA SEKOLAH

Mengingat bahwa Kepala Sekolah sebagai Pimpinan Lembaga atau Organisasi yang bergerak dalam bidang Pendidikan, maka Kepala Sekolah pada satuan pendidikan Sekolah Dasar perlu dilihat :

1. SEBAGAI PENDIDIK (EDUCATOR)

Sebagai Pendidik, Kepala Sekolah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap Guru dan Tata Usaha agar ,ereka dapat tumbuh dan berkembang secara professional.
Berbagai aspek yang harus dikuasai oleh Kepala Sekolah dalam rangka menilai kinerja sekolah perlu diperhatikan beberapa aspek penilaian beserta scoring penilaiannyam yaitu menyangkut :
a. Aspek prestasi sebagai Guru
b. Aspek kemampuan bimbingan guru
c. Aspek kemampuan membimbing karyawan (TU, Laboratorium, dan sebagainya)
d. Aspek kemampuan membimbing siswa
e. Aspek kemampuan mengembangkan staf.
Aspek kemampuan belajar mengikuti perkembangan Iptek.

2. SEBAGAI PENGELOLA (MANAGER)

Sebagai Pengelola/manajer, Kepala Sekolah dapat mengamankan pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya, menggerakkan semua guru dan Tata Usaha, untuk dapat bekerja optimal. Kepala Sekolah juga berkewajiban melakukan pemantauan apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana dan peraturan yang berlaku. Berbagai aspek yang harus dikuasai oleh Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a. Aspek Kemampuan Menyusun Program
b. Aspek kemampuan menyusun organisasi/ kepegawaian di sekolah
c. Aspek kemampuan menggerakan staf
d. Aspek kemampuan mengoftimalkan sumber daya sekolah

3. SEBAGAI ADMINISTRATOR (PENGURUS)

Sebagai seorang administrator, kepala sekolah melakukan Fungsi-fungsi merancang perencanaan kegiatan sekolah, menggerakkan kegiatan melalui pemberian dorongan kepada Guru dan staf, melakukan komunikasi kepada instansi lain demi tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala SD adalah sebagai berikut :
a. Aspek kemampuan mengelola administrasi KBM dan BK
b. Aspek kemampuan mengelola administrasi Kesiswaan
c. Aspek kemampuan mengelola administrasi Ketenagaan
d. Aspek kemampuan mengelola administrasi Keuangan
e. Aspek kemampuan mengelola administrasi Sarana/ Prasarana
f. Aspek kemampuan mengelola administrasi Persuratan

4. PENYELIA (SUPERVISOR)

Sebagai supervisor, seorang Kepala Sekolah harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada guru, khususnya berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di kelas, agar berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan serta dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a. Aspek kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
b. Aspek kemampuan melaksanakan supervisi pendidikan
c. Aspek kemampuan memanfaatkan hasil Supervisi.

5. PEMIMPIN (LEADER)

Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan semua personil sekolah agar dapat melakukan tugas secara efektif. Sebagai pemimpin Kepala Sekolah juga harus berfikir menerobos batas, artinya melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif untuk membawa Sekolah kepada kondisi yang lebih maju. Pemikiran seorang pemimpin tidak sebatas pada rencana dan aturan-aturan yang telah ada, tetapi melompat kepada perubahan – perubahan ke depan, yang kadang-kadang belum dipikirkan oleh personil sekolah lainnya. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a. Aspek Kepribadian Yang Kuat
b. Aspek Kemampuan Mengenal Anak Buah
c. Aspek Pemahaman terhadap Visi dan Misi Sekolah
d. Aspek Kemampuan mengambil keputusan
e. Aspek Kemampuan Komunikasi

6. PEMBAHARU (INOVATOR)

Sebagai pembaharu, Kepala Sekolah harus berfikir dinamis, Peka terhadap segala perubahan yang terjadi di masyarakat yang terjadi di masyarakat, Kepala Sekolah harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi, sehingga mampu menyesuaikan dengan perubahan – perubahan tersebut. Dimungkinkan Kepala Sekolah menjadi pemimpin dalam Pembaharuan tersebut berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a. Aspek kemampuan mencari/menemukan gagasan baru.
b. Aspek kemampuan melakukan pembaharuan di Sekolah

7. PENGERAK (MOTIVATOR)

Sebagai penggerak, Kepala Sekolah memiliki teknik yang cukup untuk dapat menggerakan dan memberikan motivasi kepada guru dan staf, agar mereka dapat dan mampu melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala SD adalah sebagai berikut :
a. Aspek kemampuan mengatur lingkungan kerja (Fisik)
b. Aspek kemampuan mengatur suasana kerja (non fisik)
c. Aspek kemampuan menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman

Wednesday, September 3, 2014

Laki-Laki Yang Baik

Laki-laki yang baik itu tahu cara memperlakukan dan menghormati wanita bukan memanfaatkan kelemahan wanita.....

Laki-laki yang baik itu dapat melindungi dan menyayangi wanita bukan menyakiti......

Laki-laki yang baik itu dapat menjaga kesetiaan dan kejujuran bukan mengkhianati.....

Laki-laki yang baik itu dapat mencerminkan sikap kewibawaan bukan sikap playboy dan pecundang.....

Laki-laki yang baik itu bukan hanya manis dalam tutur kata tetapi manis dalam perbuatan dan tingkah laku....

Laki-laki yang baik itu tahu cara bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dalam rumah tangganya......

Laki-laki yang baik itu dapat membangun istana rumah tangganya dengan mudah dan bisa menjaga istananya dengan baik......

Tak tampan tak jadi soal, karena pria memimpin bukan dengan ketampanan tapi dengan tanggung jawab, kebijaksanaan dan suri tauladan.

Setuju..?

Saturday, August 9, 2014

Awas Sindrom Patah Hati!


Awas Sindrom Patah Hati! Citacinta
Begitu kata putus keluar dari mulut si dia, jantung kita langsung berdenyut kencang, bahkan rasanya ingin meledak. Menurut Dr. Ilan Wittstein, kardiologis dari Johns Hopkins University School of Medicine, kondisi ini dinamakan sindrom patah hati dan sangat memengaruhi kesehatan. Sebab, patah hati membuat emosi jadi nggak stabil yang menyebabkan jantung memompa oksigen lebih cepat sehingga dada terasa nyeri. 

Btw, selain memengaruhi cara kerja jantung, patah hati terlalu lama juga mengganggu beberapa cara kerja bagian tubuh kita lainnya. Di antaranya, nih. 

Perut
Sinyal stres dari otak akan mengalir ke sistem pencernaan sehingga pencernaan bekerja lebih pelan. Akibatnya kita kehilangan selera makan yang membuat lambung nyeri. 




Kulit

Perasaan tertekan membuat produksi hormon dan sebum (minyak yang ada di kelenjar kulit) tidak seimbang. Akibatnya minyak akan menyumbat pori-pori kulit sehingga menimbulkan jerawat dan kulit kusam. Bahkan kulit jadi gatal jika banyak bakteri di sekitar kita (akibat polusi dan debu). 

Mulut kering
Kurangnya asupan akibat nafsu makan yang berkurang membuat produksi saliva di mulut berkurang. Mulut pun terasa kering dan mudah dijangkiti bakteri. Jangan heran jika rongga mulut jadi berbau tak sedap. 

Imunitas menurun
Jantung yang bekerja terlalu cepat membuat sirkulasi darah dan oksigen terhambat. Akibatnya otot tubuh dan sistem kekebalannya mehanan infeksi melemah. Terbuti, kan, tubuh kita mudah terserang flu atau radang tenggorokan saat patah hati. (SM/Foto:Fotosearch)

Sunday, August 3, 2014

Waspada Sajadah Beradegan Seks dan Berlambang Dajjal Freemason


sajadah berlambang dajjal zionis-6-jpeg.image
Artikel ini dikutip dari ‘efairy-holywar’ dan beberapa rangkaian blog lain yang pernah ditutup oleh pihak tertentu karena membongkar rahasia ‘The Elite’. Walau bagaimanapun pembongkaran misteri ini akan terus dibuat demi menyelamatkan kesucian dan kehormatan Islam.


Mungkin banyak yang telah mengetahui informasi ini. Namun sekiranya Anda belum mengetahui, silakan cari tahu! Ini sangat penting demi memelihara akidah Anda.

Subliminal message atau pesan bawah sadar merupakan signal atau pesan yang terdapat dalam media lain, yang dirancang untuk melewati di atas normal pikiran/ presepsi manusia. Pesan itu sebenarnya tidak dapat disadari/ diketahui, namun dalam situasi tertentu dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, tindakan, sikap, sistem kepercayaan dan sistem nilai secara positif maupun negatif.

Istilah bawah sadar berarti “beneath a limen“ (ambang inderawi). Subliminal berasal dari bahasa Latin, kata sub yang berarti di bawah, dan limen, yang berarti ambang (This is from the Latin words sub, meaning under, and limen, meaning theshold). Kini kita akan langsung saja berhubungan dengan sajadah. Ya, sajadah yang digunakan oleh Anda untuk alas shalat. Apa yang menariknya di sini? Silakan perhatikan dahulu gambar/gambar di bawah:

Sajadah berlambang dajjal zionis-1-jpeg.image


Freemason – Mater Karpet
Berdasarkan gambar Master Karpet di atas, saya mengambil tiga cirinya; Lantai Catur (hitam/putih)/Checkered Floor, Bintang & Bulan dan 2 tiang yang dikenali sebagai Joachim dan Boaz.
Sekarang kita akan perhatikan contoh salah satu Sajadah yang telah diambil. Silakan perhatikan baik-baik Sajadah dengan 3 ciri freemason: Checkered floor, Bulan & bintang, dan 2 tiang (Joachim & Boaz)
Perhatikan Sajadah di atas, ia juga mempunyai 3 ciri yang saya sebutkan, yaitu bintang dan bulan, lantai berpetak (checkered floor) dan 2 tiang. Bagaimana? Percaya tidak percaya simbol-simbol Yahudi itu ada di Sajadah kita.

Freemason
sajadah berlambang dajjal zionis-2-jpeg.image
Freemason dan Illuminati adalah cabang-cabang organisasi Dajjal Laknatullah. Tiada bedanya di antara dua organisasi ini, keduanya menganut agama penyembah Iblis dan Syaitan, mengamalkan sihir dan memuja-muja mistik sesat (di antaranya percaya kepada kekuatan angka dan bentuk geometri).


Namun freemason telah tampil seolah-olah sebuah organisasi yang “halal” dan memperjuangkan kebajikan. Kini ahli mereka berada di seluruh dunia yang rata-ratanya dianggotai oleh golongan elit.
Lantai Hitam & Putih/Checkered Floor: lantai yang digunakan dalam ritual freemasonry (berpetak hitam-putih)

Bulan dan Bintang: biasa terdapat dalam logo dan simbol yang digunakan oleh freemasonry, dan turut digunakan di dalam ritual penyembahan syaitan. Bulan dan bintang turut digunakan sebagai simbolik ke-Islaman di kebanyakan negara (walaupun itu bukan logo Islam).

All seeing eye
- Simbolik/propoganda “The Hidden Hand/Dajjal” seperti yang tercetak di belakang uang 1 dollar US
Selain itu, lihat juga di Sajadah berikut ini, jadi betapa banyaknya simbol-simbol Zionis Yahudi di dalam Sajadah masjid masjid kita.

Lihatlah, betapa banyaknya simbol-simbol Zionis Yahudi yang tersimpan di balik Sajadah yang kita gunakan sehari-hari. Dan, bukan sampai di situ saja! Tanpa kita sadari ada yang lebih berbahaya lagi, yakni adanya simbol seks di balik Sajadah tersebut.
Perhatikan baik-baik:


Nah sekarang, entah sengaja atau memang tidak tahu, ada gambar yang menampakkan pesan seks pada gambar Sajadah, karpet alas untuk shalat di masjid-masjid. Sajadah jenis ini sudah tersebar di masjid-masjid, namun sayang masyarakat/jama’ah masjid tidak menyadari bahwa karpet/sajadah yang mereka pakai tiap hari bergambar porno.
sajadah berlambang dajjal zionis dan adegan seks-8-jpeg.image


Mungkin sepintas itu tidak terlihat jelas dan pastinya tidak menyadari bahwa sebenarnya gambar yang kita tahu adalah sebuah pintu, yang ternyata kalau kita perhatikan dengan teliti akan menyerupai (maaf) seperti organ vital laki-laki.

Coba perhatikan kembali gambar sajadah atau karpet masjid! Ini seperti sudah didesain sedemikian rapi oleh si pembuat di pabrik pembuat sajadah atau karpet masjid.
Inilah perancangan jahat Yahudi dan Nasrani yang banyak di antara kita tidak mengetahui dan sadar. Mereka akan menjadikan KITA SESAT DALAM KEADAAN BERIMAN.

sajadah berlambang dajjal zionis dan adegan seks-9-jpeg.image



Walaupun dengan perkara sekecil ini, mereka tetap menjalankan rancangan jahat mereka.

Diharapkan di dalam kehidupan sehari hari, kita semua lebih berhati-hati dan lebih peka setelah membaca artikel ini.

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…,” (QS Al-Baqarah: 109).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum.” (Barangsiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka ia termasuk ke dalam golongan mereka).
Bagi mereka yang beranggapan yang penting shalatnya, bukan sajadahnya, itu sah-sah saja, tapi yang harus diwaspadai, tujuan dari gambar ini ada di sajadah kita adalah karena Zionis Yahudi ingin menyimpan dalam otak kita akan simbol mereka.

Secara tidak langsung otak kita akan merekam simbol itu, dan perlahan kita akan terus ingat simbol itu, lalu ajaran yang mereka bawa akan sangat mudah meresap di otak ini karena sebelumnya kita sudah merekam simbol-simbol Zionis Yahudi itu dari Sajadah yang kita gunakan setiap hari.

Dari Aisyah ra ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berdiri untuk shalat di kain yang ada ukirannya. Tatkala selesai shalat beliau bersabda, ‘Pergilah kalian dengan kain ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan datangkanlah kepadaku dengan kain tebal yang tidak ada ukirannya (anbijansyah), karena sesungguhnya kain yang ada ukirannya itu telah menggagguku dalam shalat’.”

Dibolehkan shalat dengan memakai alas, baik berupa tikar, sajadah, kain, atau yang lainnya selama alas tersebut tidak akan mengganggu orang yang shalat. Misalnya sajadahnya bergambar dan berwarna-warni, yang tentunya dapat menarik perhatian orang yang shalat.

sajadah berlambang dajjal zionis-7-jpeg.image

Di saat shalat, mungkin ia akan menoleh ke gambar-gambarnya lalu mengamatinya, terus memperhatikannya hingga ia lupa dari shalatnya, apa yang sedang dibacanya dan berapa rakaat yang telah dikerjakannya.


“Karena itu tidak sepantasnya memakai sajadah yang padanya ada gambar masjid, karena bisa jadi akan mengganggu orang yang shalat dan membuatnya menoleh ke gambar tersebut sehingga bisa mencacati shalatnya,” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 12/ 362).

Saran, kalau ingin membeli sajadah, belilah sajadah yang polos atau setidaknya tidak memiliki banyak gambar-gambar. Atau jika sudah terlanjur memiliki sajadah yang bergambar, bisa juga di sajadah itu di alasi dengan kain putih, seperti yang mungkin pernah kita  lihat saat shalat di masjid. Sajadahnya penuh gambar, kemungkinan ta’mir masjid tahu kalau sajadah bergambar ini akan mengganggu kekhsyusukan dalam beribadah, maka dialasilah dengan kain putih bersih di bagian ujung-ujung sajadah.

Dan satu lagi, pilihlah sajadah yang berukuran kecil, jangan yang lebar, kenapa? Karena dengan sajadah yang lebar itu, menyebabkan shaf-shafnya tidak merapatkan, lantaran lebar, yang hanya untuk dia sendiri. Walhasil, shaf pun tidak rapat.

Semoga Allah selalu melindungi kita, di mana pun kita berada.Wallahu a’lam. (Yan Tafrihan Fuady/dikutip darihttp://hxforum.org/Forum Diskusi Sejarah dan konspirasi dan dari berbagai sumber).