Thursday, April 4, 2013

Sony Ericsson W200 pinout


official cable is DCU-60

PinSignalDescription
1USB +5V in USB 5V supply - not used in K750
2SP_REF Reference / GND for handsfree
3Mic+/AUXIN_L Mic + / AUX in (left)/ short with pin 4 for handsfree answer (*)
4Mic-/AUXIN_R Mic - / AUX in - (right) / short with pin 3
5DFMS/SP_L DFMS / Earphones left
6DTMS/SP_R DTMS / Earphone right
7VIDEO/STB Video / strobe
8VPPFLASH short with pin 9 via R=130 Om for handsfree detection
9GNDGround
10CTMS / USB DATA+ CTMS / USB+ (data) - not used in K750
11CFMS / USB DATA- CFMS / USB- (data) - not used in K750
12Charge In Battery charge (+5V) - not used in K750
If you want to make a stereo converter with a SE socket, you should use pins 5 and 6. It may not work well with an amplifier due to low output i.e. just enough power for headphones . (May need pre-amp).
Suggestion:
To make a stereo-amp using the cell phone you must shortcircuit pins 8 and 9. Then connect the outputs (L) (R) (GND) using pins 5 = (left), 6 = (right) and 9 = (GND).
Sony-Erisson Walkman original handset uses pins 2 (GND), 5 (Left) and 6 (Right).

(*) For incoming call answering short pin 3 and 4
Headset for S302 and similiar phones pinout: R pin 7, L pin 8, pin 11 is GND for both channels and probbably for microphone too. Active gain should be between 50 and 200 for LM386.

Sunday, March 17, 2013

Keutamaan Menjaga Shalat

Oleh Soraya Khoirunnisa Halim

Suatu ketika Abu Thalhah ra shalat di kebunnya. Tiba-tiba seekor burung terbang di antara pepohonan. Burung itu terbang kesana kemari. Lalu masuk ke dalam rerimbunan daun yang lebat dan terjebak disana.

Melihat hal ini perhatian Abu Thalhah ra terarah pada tingkah laku burung tersebut sehingga ia lupa jumlah rakaat yang telah ia lakukan. Ia sangat kesal atas hal ini. Ia sadar karena kebunnyalah ia menjadi lalai dalam shalatnya. Dan bagi Abu Thalhah itu merupakan musibah baginya.

Seusai shalat, ia langsung menjumpai Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan semua kejadian tersebut. Lalu ia berkata, “ Ya Rasulullah, kebunku ini telah menyebabkan saya lalai dalam shalat. Oleh karena itu saya sedekahkan kebun ini fi sabilillah. Gunakanlah sekehendakmu.”

Peristiwa semacam ini juga pernah terjadi pada masa Khalifah Ustman ra. Ketika seorang anshar sedang shalat di kebun kurmanya, matanya terus memandang ke arah kurma yang sedang berbuah lebat. Hatinya senang karena panennya akan bagus. Perhatiannya kepada kurma tersebut menyebabkan ia lupa jumlah rakaat yang telah dilakukannya.
Hatinya menjadi sedih. Ia sadar bahwa karena kebunnyalah ia ditimpa musibah dalam shalatnya.

Ia segera menemui Khalifah Ustman ra. dan berkata, “Ya Amirul Mu’minin, saya infakkan kebun ini fi sabilillah. Gunakan sekehendakmu.” Kebun itu akhirnya dijual seharga 50 ribu dirham, dan hasilnya digunakan fi sabilillah. ( Himpunan Fadhilah Amal : 70)

Sungguh luar biasa para sahabat menjaga kualitas shalat mereka. Hal ini dikarenakan kesadaran yang sempurna akan hakikat shalat. Begitu pentingnya shalat sehingga shalat disebutkan pada urutan kedua setelah iman.

Mari kita mengingat hadis Nabi saw dari Abu Hurairah ra, “Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika baik shalatnya maka ia akan beruntung dan selamat. Dan jika buruk shalatnya maka ia akan merugi. Jika ditemui ada kekurangan pada shalat fardhunya maka Rabb (Allah SWT) akan berkata (kepada malaikat), ”Lihatlah apakah hambaKu memiliki amalan shalat sunah?” Maka kekurangan shalat fardhu akan disempurnakan dengan shalat-shalat sunah. Kemudian amal-amal lainnya akan dihisab seperti itu. (Tirmidzi)

Coba perhatikan shalat kita. Tidak terhitung berapa kali kita lupa rakaat dalam shalat. Alih-alih bersedih dengan “lupa rakaat” shalat, seringkali kita justru menunda shalat karena urusan dunia. Atau bahkan meninggalkan shalat. Astaghfirullahal ‘adzim. Kita merasa terlalu sibuk sehingga shalat kita terabaikan. Padahal shalatlah yang pertama kali akan dihitung pada hari kiamat.

Dalam konteks berharganya shalat, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barang siapa yang terlepas satu shalatnya, seolah-olah ia telah kehilangan seluruh keluarga dan hartanya. (Ibnu Hibban-At Targhib).

Kedua kisah diatas selayaknya menyentil hati kita. Mari memperbaiki Shalat. Sholat tidak lagi dikerjakan ketika ”sempat”. Melainkan menjadi amalan utama yang harus paling kita perhatikan.

Bagi yang sudah menjalankan shalat lima waktu, mari kita perbaiki lagi dengan menjaga shalat di awal waktu. Kemudian kita tingkatkan lagi dengan shalat sunah dan amalan ibadah lain.

Dengan demikian peran shalat dalam mencegah kemunkaran dapat menjadi nyata dalam kehidupan kita. “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut : 45) Dalam skala yang lebih luas, Shalat dapat memperbaiki moral bangsa yang kian terpuruk. Wallahua’lam

Tuesday, January 29, 2013

KITA DAN CINTA

Aroma perpisahan itu kian dekat
Linangan airmata ats tawa dan canda
Melepas kenangan-kenangan indah
Mengingatnya bagai tetesan embun
Bagai secercah cahaya yang menemukan keabadian
Hapus airmata, biarkan ia menguap
Berganti senyuman
Apa bedanya berpisah atau tidak
Hati kita tetap SATU
Jarak hanya memisahkan raga
Tidak dengan jiwa kita
Jiwa kita tetap bermain di alamnya
Memori ini akan terus memutar
Kisah indah itu
Tawa, tangis, kegilaan,
Semuanya.......
Selama nafas masih berhembus,
Jantung masih berdetak
Kita masih dalam SATU naungan
CINTA.....

Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya kebebasan waktu.
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.

Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.

Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh..

Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
‘Semoga kita menjadi pribadi yang yang senantiasa bersyukur dengan berkah yang sudah kita miliki’

‘Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil’
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran negatif.

Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua.
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.

Wednesday, January 16, 2013


Murtakibudz Dzunub - Demi Allah, tidaklah seorang pemuda melihat gadis kecuali gadis itu dibayangkannya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian.

Demi Allah, begitulah... Yang kami bersumpah untuk kali keduanya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan lelaki, bahwa ia tidak akan melihat seorang gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat, ia akan mencintainya sebagai seorang kawan.

Demi Allah ia telah berbohong! bila engkau mendengar obrolan anak-anak muda ditengah kesepian mereka, maka engkau akan mendengarkan sesuatu yang mengerikan. Senyuman yang dia berikan padamu, kehalusan budi serta bahasa dan perhatiannya, semua itu tidak lain hanyalah perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya atau paling tidak, pemuda itu merasa bahwa itu adalah rayuan untuk melunakkan hatimu [hingga kau terpesona.pen]

Kemudian setelah itu apa yang akan terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat masuk dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selama-lamanya akan tetap merasakan penderitaan akibat kenikmatan sesaat itu.

Sedang pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, sedang engkau sendiri yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu yang membuncit.

Jiwamu menangis, kening [kehormatanmu] tercoreng. Mungkin masyarakat yang dzalim dapat mengampuni pemuda itu, dengan mengatakan: "Ia hanyalah pemuda yang tersesat lalu bertaubat".

Tetai engkau, selama hidupmu tetap berkubang dalam kehinaan dan ke-aiban, karena masyarakat tidak akan mengampunimu selama-lamanya.

Namun, jika saat engkau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan mukamu dan kau tunjukkan [luhurnya kepribadian seorang muslimah] lalu kau menghindar... Dan kalau pemuda yang mengganggumu itu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat erkataan atau tangannya yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan kekepalanya, bila semua itu kau lakukan, maka semua orang dijalan akan membelamu.

Setelah itu, pemuda-pemuda nakal tak kan mengganggu gadis-gadis lagi. Dan tentu jika ia seorang pemuda yang shalih ia akan datang kepadamu untuk meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengharapkan hubungan yang halal dengan datang melamarmu.

(Kutipan artikel ini ditulis oleh beliau Syaikh Ali Tanthawi dalam bukunya yang berjudul "Yaa Binti". Semoga bermanfaat.)