Tuesday, May 8, 2012

Bagaimanakah cara kita untuk menjaga kesucian hati?




Hanya dengan pertolongan dari Allah, setiap diri bisa mensucikan hati sehingga hati menjadi bening. Jika ingin dekat dengan pertolongan Allah harus ada ikhtiar. Ketika hati dekat dengan sombong, fitnah, ghibah, dan berbagai penyakit lainnya hendaknya mensegerakan diri untuk bertaubat kembali ke jalan Allah. Setelah taubatan nasuhah, penjagaan kesucian hati dilanjutkan dengan melaksanakan apa-yang diperintah-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya dengan sungguh-sungguh. Senantiasa menjaga kemurnian ibadah ikhlas lillahi ta’ala. Jangan sampai amalan-amalan kita bukan membuat hati kita semakin suci namun semakin mengotori hati kita karena di antara amalan kita tidak diniatkan lillahi ta’ala namun sebagai upaya untuk sombong dan merendahkan orang lain. Sebagai contoh, ketika  dikaruniai kelebihan dalam hal ilmu bukan untuk berbagi namun untuk saling menghinakan satu sama lain. Sedekah bukan untuk membahagiakan dan memuliakan orang lain namun dijadikan sarana untuk riya’. Semoga kita terhindar dari amalan-amalan yang bukan karena Allah.

Untuk menjaga kesucian hati, hendaknya semakin menyibukkan hati dengan menyebut nama Allah, dzikrullah, jangan biarkan hati dipenuhi urusan dunia. Ketika kita ingin mengajarkan bagaimana menaga kesucian hati kepada buah hati kita sedini mungkin, awali dengan senantiaa memberikan makan, minum, pakaian, dan sekolah dengan makanan, minuman, dan rezeki yang halal. Dengan demikian Allah akan menuntun buah hati kita untuk berupaya menjaga kebersihan hati. Karena bisa jadi anak yang bandel dan jauh dari hidayah terjadi akibat dari kesalahan orang tua yang memberikan sesuatu yang tidak didapat dengan jalan yang halal kepada anaknya. Ingatlah, anak adalah amanah Allah kepada kita, sudah seharusnya kita menjaga amanah Allah dengan sebaik-baiknya. Tanamkan selalu dalam hati, bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat atas apa yang kita lakukan. Karenanya, perbaiki terus kualitas ibadah kita, jaga kesucian ibadah kita, dan yakin berdoa kepada Allah agat memberikan taqdir terbaik-Nya untuk kita. Belajarlah menjadi manusia yang senantiasa bersabar dan bersyukur

Ada kalanya niatan untuk menjaga kesucian hati sudah ada, namun kadang perasaan iri, dengki tiba-tiba muncul kembali. Segeralh istighfar bukan hanya di lisan namun istighfarkan hati kita. Teruslah berikhtiar untuk menjadi manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu dan jangan berputus asa dalam ikhtiar. Sesuai dengan sabda Rasulullah, manusia yang celaka/binasa adalah mereka yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, manusia merugi adalah mereka yang hari ini sama dengan hari ekmarin, dan manusia beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baikdari hari kemarin. Semoga kita senantiasa termasuk ke dalam golongan yang beruntung. Lebih sungguh-sungguh  mengingat Allah, lebih focus kepada Allah yang Maha Agung, Maha Pemberi Ilmu, dan yakini bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya

Sesungguhnya, kebersihan hati adalah pangkal dari kebersihan diri. Dari kebersihan diri akan memunculkan kebersihan akal, perilaku, dan lisan. Hati yang selamat akan tercermin dalam akhlak sehari-hari yang senantiasa menjaga kesucian ibadah dan tidak pula ternodai saat bersosialisasi. Intinya, jika kita ingin mengetahui apakah ibadah kita sudah sungguh-sungguh karena Allah, lihatlah kepada akhlak kita sehari-hari. Ketika kita bersungguh-sungguh dalam ibadah niscaya akhlak yang tercermin adalah akhlak yang mulia. Ketika memberi nasehat orang lain, senantiasa dijadikan pula nasehat untuk diri sendiri. Senantiasa sabar dalam beribadah, sabar dalam beramal shaleh, sabar dalam mendengar dan menerima nasehat, serta sabar dalam memberikan nasehat.

Bagaimanakah cara menstabilkan iman yang kadang naik turun agar bisa terlahir pribadi yang suci?

Terus berupaya untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,bersungguh-sungguh mengamalkan apa yang diajarkan dan diteladankan Rasulullah. Semakin mempergiat bukan amalan wajib saja namun juga malan-amalan sunnah. Rajin mengevaluasi diri, muhasabah diri untuk mengkoreksi kelemahan dan kekurangan diri sehingga semakin mengenal diri untuk kemudian islah, senantiasa memperbaiki diri.

Ketika kita sudah berumah tangga, namun pasangan hidup kita kurang memberikan dukungan dalam menjaga kesucian hati, jadikan itu sebagai vitamin untuk semakin meluruskan niat menjaga kesucian hati. Memang seharusnya pasangan hidup menjadi sparing partner, motivator untuk menjaga kesucian hati. Namun begitu, ketika pasangan hidup kita belum seperti yang kita harapkan dalam menjaga kesucian hati, mak hal yang bisa kita lakukan adalah dengan terus memberikan contoh, mengingatkan dengan bahasa yang halus, dengan kat-kata yang baik, dan tetap berupaya menjadi pasangan hidup yang baik, dan senantiasa yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan kita. Tetap istiqomah. Jadikan itu sebagai wujud kasih say dengan banyak bermuhasabah, istighfar, dan islah. Tetap melakukan hal-hal terbaik yang baik dab dibenarkan agama. Ketika kita mendapatkan respon yang negatif berupayalah untuk senantiasa tersenyum dan merendahkan diri untuk kemudian menyerahkan segalanya kepada Allah.


Rasul bersabda, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah itu adalah hati”
(HR. Al-Bukhari)

Dalam Surat An-Nur, QS. 24:21 dijelaskan bahwa Allah akan membersihkan hati siapa saja yang dikehendaki-Nya karena Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ  اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَـٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿٢١

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(An-Nur, QS. 24:21)

Begitu pula dalam Surat Asy Syu’ara QS. 26: 89-90 dijelaskan bahwa hanya orang-orang yang berhati selamat (qalbun salim) yang amalannya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ﴿٨٩﴾ وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٩٠ 

(89) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (90) dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa (Asy syu’ara QS. 26: 89-90)

Siap untuk menjaga kesucian hati? Insya Allah, terus berdoa dan ikhtiar..

Akulah sang bintang dikala itu
Bersinar diatas kuasa tanpa meragu
Kubakar tubuh ini tuk sekedar menghangatkanmu
Walau terkadang kau tiada tahu
Ingatlah hangatku dikala senyum merona
Layaknya musim semi hai bunga sakura
Namun tiada lupakanku ketika hati meradang rana
Karena aku kan selalu ada,
Walau engkau disebrang dunia
Ini cinta yang tak ada sesal
Mengisi detik dengan ketulusan kekal.

Monday, April 16, 2012

Karena Aku Mencintai Mu




Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu.
Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.

“Wahai Allah, aku meminta kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, Kecintaan kepada orang yang mencintaimu, serta aku meminta amalan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu.”




“Karena Aku Mencintaimu”
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,

Tak akan ku biarkan cermin hatimu menjadi suram
Tak akan ku biarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan ku biarkan perisai qalbumu menjadi retak, bahkan pecah




Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketenteraman batinmu,

Ku tak ingin mempesonakan mu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,

Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah……
Aku bersikap tegas padamu,

Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.




Sebab…
Ada kekasih yang membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat pujian dan rayuan….
Ada pula dengan sikap nan penuh kasih..

Tidak sedikit dengan pengorbanan yang meluluh lantakkan harga diri..
Ada pula dengan berkorban tenaga dan harta…..

Namun bagiku… Aku mecintai mu dengan menundukkan wajahku pada mu,
bukan karena ku ingin berpaling darimu,

tetapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panahan iblis..
Ku mecintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu,
bukan karena aku ingin menyakitimu,
namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yang menipu..
Ku mencintaimu dengan menjauh darimu,

bukan karena ku membencimu….
Namun karena ku ingin menjaga mu dari khalwat yang menjebak..

Ku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku…..
Menjaga kesucianmu dan kesucianku…..

Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku…..
Menjaga kejernihan hatimu dan hatiku….


Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh,
karena kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan sucinya…..

Karena itu jauh lebih bererti.. Jauh lebih abadi..
Karena ku yakin… Janji Allah adalah pasti, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik..
Seperti inilah ku mencintaimu….. Dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku….

Hanya untuk ku persembahkan pd mu kelak…..
Oleh Karena itu cinta…. Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku..

~ Ya Rabb… PadaMu ku curahkan cintaku padanya

Sumber:Akuislam.com/sedikit rubah

Sumber : http://mencintaisederhana.blogspot.com/2012/04/karena-aku-mencintai-mu.html#ixzz1sAb0WG3V

Wednesday, March 21, 2012

Cinta Langit pada Bumi


Aku, adalah sebuah tempat yang paling atap dari atap-atapnya dunia. Aku sebuah ruang dimana anak-anak melayangkan layang-layangannya. Kata para penatapku, aku adalah yang maha luas, tanpa batas, lebih lepas dari lautan lepas. Ya, aku adalah Langit.

Aku berdiri pada sebuah takhta titah Tuhan. Ia-lah yang membuatku berdiri meski aku tak punya kaki dan tak punya daratan untuk kupijaki. Dia menciptakanku dengan enam masa serta tujuh lapis. Penduduk bumi bercerita melalui burung, bahwasanya aku indah. Dan menginsiprasi banyak orang. Demikian kata burung.


Aku dilahirkan oleh-Nya ketika cinta-Nya ia turunkan. Sejak itu, aku menjadi penguasa semesta jagad. Menjadi pengatur segenap benda-benda angkasa yang kumiliki di dalam tubuhku. Mengalahkan sang matahari yang terik menyinari. Mengalahkan terangnya purnama bulan. Mengalahkan bintang yang jatuh sekalipun. Mengalahkan komet-komet yang meluncur kian kemari. Juga mengalahkan beredarnya galaksi. Akulah pemilik mereka semua, hingga akulah penguasanya. Meski aku hampa, tapi dengan kehampaanku itulah mereka—galaksi-galaksi—ada dan beredar. Coba bayangkan alam semesta ini tanpa langit, tanpa adanya ruang. Tentu takkan ada yang namanya kehidupan. Yang ada hanya padat. Misteri. Dan takkan ada imaji-imaji manusia tentang astronomi. Untung Allah yang Maha Tinggi menganugerahkan ledakan Big Bang untuk memberikan kehidupan. Memberikan kehidupan pada benda-benda angkasa dengan silih berganti bergerak, beredar, berdzikir mematuhi titah Tuhannya.

Di Bimasakti, aku banyak memiliki harta. Harta Langit, demikian ku menyebutnya. Dan mereka menggantungkan tanggung jawabnya padaku. Harta langitku itu adalah Bulan, Bintang, Matahari, Awan, Burung, Pelangi, Angin, dan hartaku yang paling indah dan kucinta adalah Bumi. Entah kenapa aku jauh lebih mencintai si planet biru ini di Bimasakti ketimbang hartaku yang lain. Mungkin karena di Bumi ada berjuta anugerah indah yang begitu menggugahku, yang membuatku tersenyum, nyengir, dan tertawa. Bumi, yang di dalamnya terdapat air, terdapat udara segar, juga Bumi terdapat pemandangan indah yang menyejukkan mataku: Laut, Gunung, Bukit, Pematang, Daratan, Sungai, Juga tumbuh-tumbuhan yang melimpah disana. Burung juga pernah bercerita padaku bahwa di bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kedihupan. Di Bumi, kata si Burung, terdapat yang namanya Manusia. Sosok yang mungil, yang pintar, cerdas, namun kadang juga pemalas. Sang burung juga berkata bahwa di Bumi banyak yang mengagumiku...

Aku makin mencintai Bumi yang sepertiganya adalah Laut yang berwarna biru itu. Karenanya aku melindungi bumi dan seisinya dengan atmosfer-ku dari dari panas Matahari langsung yang bisa menghancurkan kelangsungan hidup Bumi yang kucinta. Saat ini panas Matahari masih bisa kutahan untuk menjaga Bumi. Aku tak tahu jika suatu saat nanti apakah aku masih bisa menjaga Bumi jika suatu saat Matahari meningkatkan panasnya. Jika Matahari meningkatkan panasnya, maka bisa-bisa atmosferku akan mati, dan tidak bisa lagi melindungi Bumi. Kuharap, akan begini terus adanya...

Aku sering memberi hadiah untuk Bumi. Ketika Allah menyuruhku untuk menurunkan rizki ke atas bumi, maka seketika itu aku menurunkan limpahan hujan untuk Bumiku. Aku menjatuhkan curahan cintaku yang kututur lewat hujan. Hujan, yang nantinya akan membahagiakan Laut dan Sungai karena kuisi dengan air Langit. Hujan, yang nantinya akan menyuburkan daratan. Membuat sang melata tersenyum. Membuat sang Tumbuhan tumbuh subur. Dan dengan hujanku juga Manusia Bumi bersyukur. Dengan hujan, kukucurkan cinta untuk Bumi.

Aku tidaklah bisa berbicara langsung kepada bumi yang kucinta, karena jarakku begitu jauh sehingga suaraku takkan mungkin terdengar. Jadi, aku hanya bisa mengaguminya. Hanya bisa mencintainya dari kejauhan. Ku tak tahu apakah Bumi juga mencintaiku. Kuharap ia juga mencintaiku.

Kadang aku menitipkan sebuah pesan cintaku melalui seorang perantara: yakni Burung, sahabatku yang paling baik. Teman kecilku yang satu ini memang baik. Kukatakan pada Burung, ”Burung, sampaikan padanya, bahwa aku mencintainya. Begitu mencintainya. Sampaikan juga salamku untuk si Daratan, Laut, untuk Air, Gunung, juga untuk Manusia-manusia di Bumi...”

Dan seketika sang Burung dengan kepakan sayapnya terbang, menyusui udaraku, merambah jantungku. Dan tibalah ia di daratan. Dan Burung sampaikan pesanku itu. Dan ketika itu, peraduan cintaku merona. Lihatlah Langit senja yang kemerah di barat! Itulah pipiku. Pipi cintaku. Yang merona...

Namun, tak selamanya aku bisa tersenyum dan merona. Ada kalanya dimana aku cemberut, sayu. Ketika sang Burung, sahabat mungilku itu tak kunjung datang kepadaku dan menitipkan pesan cinta. Burung pernah bercerita, katanya ia sudah lelah menjadi penghantar cintaku. Ia sudah lelah terbang ke Langit dan mendarat ke Bumi. Ia capek, harus mengepakkan sayap kecilnya sejauh ratusan kilometer demi menghantar pesan cintaku.

”Sorry Langit, jangan sering-sering dong nyuruh aku mengantar pesen cintamu... capek tau! Aku kan kecil. Jarak kamu dengan Bumi jaug bengeeet! Afwan ya Langit, aku nggak selamanya bisa menjadi pengentar kata cintamu. Menjadi perantaramu menuju kekasihmu...” demikian kata si Burung.

Mendengar kata si Burung, sejadinya aku menangis. Harus bagaimana lagi aku mencintaimu, Bumi??? Memaksa burung untuk menuruti perintahku sangat tak mungkin lantaran ia sahabat yang harus kumengerti keadaannya. Burung sahabat baikku. Aku tak ingin lagi membuat Burung susah gara-gara aku. ”Hik... hiks... hik...” aku menangis. Kujatuhkan gerimis. Kuharap di Bumi, Laut dan Darat bertanya seperti ini, ”Langit, kamu kenapa menangis?”

Akhirnya, aku mencari jalan lain untuk mencurahkan kerinduanku pada sang Bumi. Aku mencari sosok yang bisa diandalkan untuk mengantar pesan cintaku kepada Bumi. Sosok yang tidak akan menyusahkan dirinya bila kuminta pertolongan padanya. Lantas, pilihanku itu jatuh pada sang Angin. Tentu Angin takkan keberatan membawa kata cintaku untuk Bumi. Karena tentu takkan sulit baginya meniupkan kata cinta ke telinga Maha Indah Cintaku, Bumi. Alhamdulillah, Angin pun tidak keberatan ketika kuminta ia sebagai pengganti sang Burung.


Hari ini, Angin langsung membawa pesan cinta yang kuberi untuk Bumi. Dan dengan hembusannya, sang angin dengan mudah membisikkan kata cinta untuk Bumiku. Ya, Angin menghembuskan kata cintaku...

”Duhai Daratan dan Laut... sang Langit mencintaimu... dia akan selalu menjagamu, melindungimu, apapun yang terjadi... janganlah kau sedih karena Langit akan terus bersamamu. Cakrawalanya akan menaungi indahmu. Dan sore nanti, lihatlah di baratmu! Langit akan tersenyum dan merona untukmu. Untukmu duhai Bumi...” bisik Angin.

Usai Angin membisikkan kata cinta itu, aku pun tersenyum. Dan aku kembali merona. Indah dunia rasanya. Damai dalam dada. Aku ingin mencintainya... selamanya...

Namun ada penyesalan pada akhirnya. Karena baru kuketahui ternyata Angin adalah sosok yang tak bisa menjaga rahasianya. Rupanya ia bawel. Ia dengan mudah berhembus bercerita kepada saudaraku si Awan bahwa aku mencintai Bumi. Lantas kemudian si Angin bercerita lagi kepada sang Pelangi, kepada sang Udara, kepada sang Senja, kepada sang Waktu juga, bahwa aku mencintai Bumi. Jadilah akhirnya hari itu aku menjadi gosip paling hangat di jagad Bimasakti.

Hari berganti hari. Hingga akhirnya sampailah berita itu ke telinga sang Bintang dan sang Bulan. Inilah yang paling kutakutkan. Karena kutahu Bintang dan Bulan juga mencintaiku, mencintai Langit. Kutakut mereka berdua akan marah padaku. Sesungguhnya aku tak ingin membuat Bulan dan Bintang menangis karena aku mencintai yang lain...



Suatu hari Bulan mandatangiku, dan berkata,

”Langit... Langit kok gitu sih? Padahal Bulan kan cinta mati ama Langit... kenapa Langit malah milih Bumi, Ngit? Kenapa? Apa kurang teduh cahaya yang Bulan kasih di setiap malam? Apa kurang senyum Bulan untuk Langit ketika Bulan sedang sabit? Apa salah Bulan, Langit? Apa Hik.. hik...”

Bulan menjelaskan padaku berulang kali. Dengan tangisnya ia luapkan isi hatinya. Ia benar-benar cinta mai rupanya padaku. Tapi ya bagaimana, aku tak mencintainya. Akhirnya yang bisa kuberi pada Bulan adalah sebuah sekaan untuk tangisnya. Ku lap tangis sang Bulan, sahabatku. Dan lantas kupeluk ia,

”Duhai Bulan... Bulan yang Langit sayang. Maafkan Langitmu ya... maafkan jika Langitmu ini selalu seakan memberi harapan untukmu. Ketahuilah, itu adalah wujud cintaku untuk sahabatku. Bulanku, jangan bersedih ya... Bulan selalu ada kok di hati langit. Selalu ada. Garis tangan tergambar, Langit nggak bisa menentang-Nya. Langit lebih mencintai saudara Bulan, yakni Bumi. Sekarang yang tegar ya... maafi Langit! Maaf... untuk semua kesalahan Langit. Jangan nangis lagi. Jangan ngambek. Inilah takdir Allah, Bulan. Tapi Langit akan tetap menyayangi Bulan sebagai sahabat langit yang paling indah...”

Demikian yang kukatakan pada sang Bulan. Kulapaskan pelukanku. Dan kulihat cerah wajahnya, wajah ketegaran sang Bulan. Satu yang paling kusuka dari Bulan ialah, senyumnya... senyum ketegarannya...





Malam pun tiba. Aku membentangkan selimut hitam di cakrawalaku. Bulan masih enggan untuk bersanding denganku, katanya ia ingin menyendiri dulu. Namun lain dengan Bintang, malam ini bintang hadir dengan kilaunya yang bertabur di sisi-sisi gelapku. Aku tersenyum atas keindahan sang bintang-gemintang malam ini. Namun aku langsung dihadapkan pada ucapan Bintang yang membuatku tersentak,

”Bintang benci Langit!” ucap bintang keras dengan nada ngambek.
”Kenapa?” jawabku.
”Pokoknya Bintang benci!!!” lanjutnya.
Aku terdiam.
”Langit udah menghianati cinta Bintang selama ini. Tahukah Langit, Bintang ini cinta ama Langit. Dalam diam Bintang, Bintang mencintai sepenuh hati. Dan Bintang berharap Langit menjadi pendamping Bintang. Apa kurang kesetiaan Bintang selama ini menemani Langit di setiap malam? Apa kurang cahaya Bintang ini, Ngit? Sakit banget Ngit rasanya hati Bintang. Sekarang rasanya percuma. Percuma kasih dan sayang dan pengorbanan Bintang untuk Langit selama ini. Langit bohong! Langit selalu nyakiti hati Bintang. Bintang benci Langit...” terang Bintang menjejaliku dengan kata-kata itu.
”Bukan begitu Bintang...” aku mencoba menjelaskan, namun Bintang kembali memborong kata-kataku.
”Apanya yang bukan begitu? Langit mau minta maap? Nggak ada guna! Bintang sudah sakit! Ternyata Langit lebih memilih Bumi yang nggak pernah memberi apa-apa untuk Langit. Langit itu bego banget sih. Apa hebatnya Bumi??? Ha?” nanar dan kasar. Aku mulai sedikit kesal dikatakan Bintang bodoh. Dia juga menghina Bumiku.
”Jaga mulut Bintang ya... nggak sopan!” ucapku.
”Kenapa? Mau apa? Apa peduli Langit? Bintang udah mencintai Langit adanya. Tapi apa? Apa Langit mencintai Bintang?”
”Wallahu ’alam...”jawabku sekenanya. Kesal.
”Baiklah. Bintang nggak kan pernah lagi mencintai Langit. Bintang nggak kan maafin Langit. Bintang bersumpah. Bintang benci Langit selamanya! Tunggu aja, akan Bintang balas sakit ini. Tunggu dendam Bintang, Ngit!”



Ternyata, Bintang kini telah membenciku adanya. Ia benar-menar murka padaku. Ia marah. Ia lantas memerintahkan saudaranya, sang Matahari—Bintang yang yang paling terang di Bimasakti—untuk menghancurkan Bumiku dengan panasnya. Tentu saja, Matahari menuruti perintah Bintang, karena Matahari kan juga adalah Bintang.

Oh, tidak. Ini petaka untuk kekasihku. Bumiku bisa mati terbakar. Bintang memang kejam. Ia ingin membunuh kekasihku...



Sang Matahari dari hari ke hari makin meningkatkan pijar-nya yang begitu cerah. Kontan aku langsung melindungi, seperti janjiku, selamanya aku akan melindungi sang Bumi yang kucinta. Agar panas matahari tak bisa membakar Bumi, kutingkatkan kandungan zat dalam atmosferku yang melingkupi Bumi, Ozon, Nitrogen, Helium, dan lain sebagainya. Namun Matahari tanpa ampun terus mengeluarkan panas yang membara. Aku rela. Aku rela membakar diriku untuk Bumi. Demi Bumiku, aku rela mengorbankan diriku. ”Ya Allah, beri aku kekuatan... kekuatan untuk terus melindungi, mencintai, dan menjaga kekasihku Bumi.” doaku.

Hari demi hari. Terus kulindungi Bumi. Matahari tak henti berpijar membakar seantero mayapada. Aku terus bertahan. Dan dari Bumi, terlihat aku berwarna biru. Karena penghamburan cahaya matahari yang begitu sengat, lantas menempa awan, kemudian terbias olehku dan menciptakan spektrum warna biru. Seperti hukum yang dikemukakan John F Tyndall. Ya, yang tadinya aku tak berwarna, sekarang aku berwarna biru karena sinar Matahari tegak menyengat. Kudengar melalui Angin, bahwa di Bumi, Laut berkata...

”Langit, aku juga mencintaimu. Aku kagum dengan warnamu. Semakin hari warnamu semakin biru. Seperti warna Lautku. Teruslah mencintai Bumi. Dan aku juga mencintaimu…” Laut menghembuskan kata cintanya ke relung Langitku.

Bumi agaknya bahagia dengan aku yang kini memiliki warna. Tapi mereka tidak tahu aku berwarna biru karena cinta. Aku menjadi biru karena bertahan atas nama cinta. Aku tak ingin Bumi tahu bahwa biruku ini karena melindunginya dari Matahari. Biarlah Allah saja yang tahu pengorbanan cintaku. Biarlah aku sakit demi kekasihku tersenyum melihatku indah, melihatku biru, melihatku memesona. Meskipun ia tidak tahu bahwa aku disini tersiksa, menahan panas yang niscaya bisa membunuhku...

Dalam hati aku berkata,

”Selagi kau lihat aku masih biru, maka selagi itu pulalah cintaku masih bersemi untukmu. Selagi dapat kau lihat warnaku, maka selagi itu pulalah aku mencintaimu. Duhai Bumi... kalaupun nanti aku mati, cintaku..., kekal untukmu... abadi selamanya...”

Epilog:




”Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr : 24)

”Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid : 4)

Begitu banyak ayat Allah yang menyebutkan Langit dan Bumi secara bersama. Banyak ayat yang menyandingkan Langit dan Bumi antar satu ayat. Inilah, garis tangan cinta yang Allah gambarkan dalam Al-Qur’an. Langit dan Bumi.



Jika kita ingin melihat cinta Langit dan Bumi, maka suatu hari pergilah ke suatu bukit yang tinggi, atau pergilah ke sebuah pantai atau demaga pelabuhan. Tunggulah waktu senja tiba. Maka senja akan bertutur kepadamu tentang cinta mereka di ufuk barat. Kan kau lihat titik temu antara Daratan dan Langit, disitu mereka mengadu cinta. Kan kau lihat juga di Laut, di penghujung titik mata memandang, di titik itulah, Laut dan Langit memadu cinta. Biru mereka bertemu. Sang bayu menjadi saksi peraduan cinta itu. Dan perlahan gurat merona menyembul di pipi Langit. Pipi cinta. Dan ketika itu Burung tertawa...

Apakah secara fisik Langit itu ada? Tentu tidak! Langit itu tak ada, ia bersemayam tanpa batas. Ya, warna birunya lah yang membuat kita menyebutnya Langit. Warna birunya lah yang membuat ia ”ada”. Dan warna biru Langit ada karena cinta. Karena cinta yang dengan tulus, dengan penuh pengorbanan ia berikan untuk Bumi. So, jadilah seperti Langit!

”Biarlah aku merasakan derita ini. Sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu wahai Bumi... aku ingin melihat kau tersenyum menatap indahnya biruku...”

* * * * *

Oleh Putra arliansyah
Dahulu kala Langit itu bukan Biru...

Tuesday, February 7, 2012

Mode Servis TV China



TDA9384PS/N2/31FM-OSD 
Memory 24C08
  • Tekan berurutan CLOCK,P.M,TIMER(DISP)
  • Tekan 0 - 9 untuk memilih MENU
TDA9350PS/N1/2K0172
TDA9350PS/N1/2K0223 TELRA TDA9350S2
TDA9380PS/N1/1L0231
TDA9353PS/N1/2I0269
TDA9350PS/N2/2I0851
TDA9350PS/N1/2L0296 TELRA W3A
TDA9353PS/N1/2L0297 TELRA_W3_A
TDA9350PS/N1/2S0296 TELRA W3A
TDA9350PS/N1/2S0510 TELRA_T3_A
TDA9353PS/N1/2S0511 TELRA_T3_A
TDA9350PS/N1/2S0512 TELRA_T3_D
TDA9350PS/N1/2S0546
TDA9353PS/N1/2S0596 TELRA_T3_E
TDA9353PS/N2/2I0869 TELTRA T4C
TDA9351PS/N2/2I0927 TELRA T4
TDA9353PS/N2/2I1186 TELRA_T5_E
TDA9351PS/N2/2I1192 TELRA_T5_W
TDA9353PS/N1/3S0342 TELRA W4 C
TDA9360PS/N1/4S0415 TELRA A2
TDA9360PS/N1/4S0430

  • Untuk masuk mode SERVICE tekan tombol SUB PAGE di remote sambil tekan pada TV VOL.-
Chassis UOC -TDA9381(C312)
  • Tekan tombol MENU dan tekan kode 8500. Di sudut kiri atas ada simbol M.
  • Tombol angka 0 ... 9 memilih MENU yang diinginkan

NTDA9381C38ND NOM8370-B-16NB
NTDA93412NC

  • Tekan MENU - tampilan menu gambar dan masukkan kode 6 4 8 3 - tampilan M.
  • Untuk mode pabrik keluar dan kembali ke STBY mendorong normal satu waktu.
  • Dalam mode pabrik {"M" mode) ada sepuluh menu sepenuhnya. Menu 1 Menu 4 dapat dipilih secara langsung tetapi menu 5 Menu 0 harus memilih dengan langkah-langkah: CALL tekan, untuk memanggil "M", tekan LOCK, kemudian tekan sembarang tombol satu numerik 5-0.
  • Misalnya, untuk pilih Menu 7, Anda harus menekan CALL dan LOCK bergantian, lalu tekan 7.
Chassis UOC-TDA9384
  • Tekan CALL, MUTE dan TEKAN 980 kode. Di sudut kiri atas ada simbol M.
Chassis HAIER
TDA9370PS/N2/AI0961

24C08
  • Tekan tombol QV menahan sekitar 4 detik dan kemudian tekan tombol pada Menu1 RC. 
  • Tekan tombol pada unit UJI RC untuk digunakan pabrik.
The "TEST" akan ditampilkan pada layar. Tekan tombol digital, (Mkey) dan sesuai tampilan di layar akan muncul.
Beberapa waktu "PASSWORD" tampilan di layar akan muncul, Anda perlu untuk memasukkan 828.

LC86332A-51C7
  • 1. Tekan lubang yg sudah tersedia di remote
  • 2. Tekan MENU  8 6 3 3.
LC86332B - 52Z6, 53L1 
  • 1. Tekan lubang yg sudah tersedia di remote
  • 2. Tekan MENU 8 6 3 3 atau 6 4 8 3.
LC863532A-57P1 -57Z0 
Dua cara memasuki mode service
  • 1.Tekan tombol tersembunyi yang terletak di atas GAME. Jika tombol yang tersembunyi yang hilang, dengan membuka panel kontrol, menemukan penutup dua kontak yang menyebabkan Menu SERVICE. Standar matriks, 8x4, Biasanya masuk BUS tekan  P + P-STBY dan 9,5,Sleep
  • 2. Mengklik tiga kali tombol MENU untuk masuk ke halaman Pengaturan. Tekan P + atau P- pilih PENYAMBUNGAN baris. Dial kode "2483." TV  masuk dalam MENU PAGE. Aktifkan tombol menu halaman HALAMAN tekan MUTE, Nonaktifkan Vertikal - TV / AV. Untuk memasukkan menu layanan 3 atau lebih tinggi, Anda harus mengatur PAGE OPSI 1.
LC863328A 5W63, 52E5, 56C9 / LC863320A-5R76 
  • Tekan RECALL sekali, tekan VOL- di Panel sambil tahan tekan kembali RECALL

Chassis 502 LC863532 - 54D5, 54H7, 5Z00, 50S8, 50S9, 52Y7
Dua cara memasuki mode service
  • 1. Colok di remot lubang yang disediakan
  • 2.Atur volume 0, tekan MENU  6 5 6 8.
Chassis 3Y11/3Y01/4Y01 LC863324A-5S68
  • MENU 2X RECALL, QVIEW,MUTE
UСom ST6-ELAME2
  • Klik tombol : SKIP, VOL-, FINE TUNE
Chassis 3S10 ST92185BN4B1/PBI - 3S10B-ENG/RUSS W/O
Ada dua cara untuk memasuki modus layanan:
  • 1) Tekan tombol tersembunyi dan terletak sebelah kanan tombol MENU
  • 2) Tekan tombol pada urutan MENU tahan AV ANAL
Menekan OK akan masuk kelompok pilihan.
Untuk IAC 2000 kode: 1124, dengan MENU = MENU, AV = AV, ANAL = CHIFT + B, OK = MUTE, PP = CHIFT + OK.
Untuk keluar dari menu layanan yang Anda harus klik dari TV atau PP.

Chassis PT90
ST92195C7B1/MIF
ST92195C7B1/PFT

  • Nyalakan TV Anda.
  • Pilih FITUR MENU.
  • Dial kode 1923
TMP87CM38N -2A55, -3GG3 
  • Atur volume = 0, tekan VOL- di TV dan tahan sambil menekan CALL/DISPLY. Layar akan menampilkan simbol D. Ini adalah mode S layanan yang sederhana, yang tersedia untuk modus layanan dari menu 0, 1 dan 2. Untuk memasukkan modus layanan diperpanjang ke modus S, tekan SISTEM. Layar akan menampilkan simbol D.
MCL437F, TMP87CK38N-1A72 
  • Tekan tombol MUTE pada remote control dilepaskan, tekan MUTE lagi dan tahan sambil tekan MENU di TV.
  • Layar akan menampilkan simbol D. Ini adalah modus layanan sederhana S. Untuk memasukkan modus layanan diperpanjang ke modus S, ulangi operasi. Layar akan menampilkan simbol D.
TMP87PS38N-M13VR2V1 
  • Tekan VOL - TV hingga 0 dan tahan sambil tekan DISPLAY di remote.
  • Layar akan menampilkan simbol D. Ini adalah modus layanan sederhana S. Untuk memasukkan modus layanan diperpanjang ke modus S, ulangi operasi. Layar akan menampilkan simbol D.
  • Transisi antara dua kelompok melalui menu DISPLAY. Pemilihan pilihan dan membuat penentuan P +, P-, V + dan V-.
TMP87CM38N-3GN5, TMP87CK38N-2B46, Chassis TB1238 
Untuk masuk ke modus layanan melalui prosedur berikut:
  • Tekan untuk pengenalan dua digit -/-- nomor saluran dan program 12.
  • Setelah transisi, pilih program 38.
  • Saluran 38 Tombol MENU kedua menu dengan POS.LOCK
  • Tekan MUTE. Tanda pertama bahwa segala sesuatu dilakukan dengan benar akan ada indikasi muting. 
  • Masukkan password 1 2 3 8. TV akan masuk ke modus layanan dan layar menampilkan M. simbol

(Model terbaru dari masuk ke service mode untuk beberapa versi dari prosesor telah disederhanakan untuk sebuah standar untuk Changhong - pada volume nol.)

CHANGHONG
Chassis CN-12C1, [CN-ER]
CH04T1221-50L9 (CH04T1222, CH04T1228)

  • Mengatur tingkat volume 0.
  • Tekan MUTE pada remote control, tahan, klik VIDEO TV.
  • Mengatur TV dengan tombol MENU SELECT pada remote control.
  • Tekan tombol (ME) pada remote control untuk keluar dari modus Layanan.
TCL
  • Vol 0 Tekan dan tahan Vol - di TV sambil tekan Disply di Remot
TCL Chassis M11 (M37221M4-322SP)
  • Pada panel secara bersamaan harus menekan tombol DISPLAY dan VSM.
  • PENGGUNAAN tombol menu (atas, bawah, kiri dan kanan) untuk menyesuaikan pengaturan menu layanan.
  • Tekan DISPLAY untuk menyimpan pengaturan dan keluar dari modus Service.
Chassis 5N11
STV5348/T-A5 S3C8849X15-AQB7 (S3P8849XZZ-AQB9)
24C08
IC Video: NN5198 (NN5099)

  • Posisi standby tekan dan tahan VOL + VOL- pada panel TV