Wednesday, November 30, 2011

relay




relay simbol
Circuit simbol untuk relay
Relay, foto © Elektronik Cepat
Relay, foto © Elektronik Cepat
RelayFoto © Elektronik Cepat
relay bekerja
Menampilkan relay coil dan kontak-kontak saklar
Relay adalah saklar listrik dioperasikan. Arus yang mengalir melalui koil relay menciptakan medan magnet yang menarik tuas dan mengubah kontak-kontak saklar. Kumparan saat ini dapat on atau off sehingga relay memiliki dua posisi saklar dan sebagian besar memiliki ganda melemparkan (changeover) kontak-kontak saklar seperti yang ditunjukkan dalam diagram.
Relay memungkinkan satu sirkuit untuk beralih sirkuit kedua yang dapat benar-benar terpisah dari yang pertama. Misalnya rangkaian tegangan rendah baterai dapat menggunakan relay untuk switch sirkuit listrik AC 230V. Tidak ada sambungan listrik di dalam relay antara kedua sirkuit, link magnet dan mekanik.
Kumparan relay melewati arus yang relatif besar, biasanya 30mA untuk 12V relay, tetapi dapat sebanyak 100mA untuk relay dirancang untuk beroperasi dari tegangan rendah. Kebanyakan IC (chip) tidak dapat memberikan ini saat ini dan transistor biasanya digunakan untuk memperkuat IC kecil saat ini ke nilai yang lebih besar dibutuhkan untuk kumparan relay. Output maksimum saat ini untuk IC timer 555 yang populer adalah 200mA sehingga perangkat ini dapat menyediakan kumparan relay langsung tanpa amplifikasi.
Relay SPDT atau DPDT usuallly tetapi mereka dapat memiliki lebih banyak set kontak switch, untuk relay misalnya dengan 4 set kontak changeover yang tersedia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kontak-kontak saklar dan istilah yang digunakan untuk menggambarkan mereka silakan lihat halaman pada switch .
Kebanyakan relay dirancang untuk PCB mount tetapi Anda dapat kabel solder langsung ke pin memberikan Anda berhati-hati untuk menghindari mencair kasus plastik dari relay.
Katalog pemasok harus menunjukkan koneksi relay itu. Kumparan akan jelas dan ini mungkin terhubung baik jalan memutar. Kumparan relay menghasilkan 'spike' singkat tegangan tinggi ketika mereka dimatikan dan ini dapat merusak transistor dan IC di sirkuit. Untuk mencegah kerusakan Anda harus menghubungkan perlindungan dioda di kumparan relay.
Gambar animasi menunjukkan relay bekerja dengan koil dan kontak-kontak saklar. Anda dapat melihat sebuah tuas di sebelah kiri ditarik oleh magnet ketika kumparan diaktifkan. Tuas ini memindahkan kontak saklar. Ada satu set kontak (SPDT) di latar depan dan lain di belakang mereka, membuat relay DPDT.

Koneksi switch relay biasanya diberi label COM, NC dan NO:
  • COM = umum, selalu terhubung ke ini, adalah bagian bergerak dari saklar.
  • NC = Biasanya Tertutup, COM terhubung ke ini ketika kumparan relay dimatikan.
  • TIDAK = Biasanya Terbuka, COM terhubung ke ini ketika kumparan relay pada.
  • Hubungkan ke COM dan NO jika Anda ingin menjadi circuit switched pada saat kumparan relay pada.
  • Hubungkan ke COM dan NC jika Anda ingin menjadi circuit switched pada saat kumparan relay dimatikan.

Memilih sebuah relay

Anda perlu mempertimbangkan beberapa fitur saat memilih sebuah relay:
  1. Fisik ukuran dan pin pengaturan
    Jika Anda memilih relay untuk PCB yang ada Anda akan perlu memastikan bahwa dimensi dan susunan pin yang cocok. Anda harus menemukan informasi ini dalam katalog pemasok.
  2. Coil tegangan
    Kumparan relay tegangan rating dan resistensi harus sesuai dengan sirkuit powering kumparan relay. Banyak relay kumparan dinilai untuk suplai 12V tetapi relay 5V dan 24V juga tersedia. Beberapa relay beroperasi dengan baik dengan tegangan suplai yang sedikit lebih rendah dari nilai mereka dinilai.
  3. Coil resistensi
    Rangkaian harus mampu menyediakan arus yang diperlukan oleh kumparan relay. Anda dapat menggunakan hukum Ohm untuk menghitung saat ini:
    Kumparan relay saat ini =suplai tegangan
    koil resistansi
    Sebagai contoh: Sebuah suplai 12V relay dengan resistansi koil 400 ohm melewati arus 30mA. Ini adalah OK untuk IC timer 555 (output maksimum saat ini 200mA), tetapi terlalu banyak untuk IC yang paling dan mereka akan memerlukan transistor untuk memperkuat arus.
  4. Beralih peringkat (tegangan dan arus)
    Kontak switch relay harus cocok untuk sirkuit mereka untuk mengontrol. Anda akan perlu memeriksa peringkat tegangan dan arus. Perhatikan bahwa voltase biasanya lebih tinggi untuk AC, misalnya: "5A 24V DC atau di 125V AC".
  5. Beralih pengaturan kontak (SPDT, DPDT dll)
    Relay SPDT Kebanyakan atau DPDT yang sering digambarkan sebagai "changeover tiang tunggal" (SPCO) atau "changeover tiang ganda" (DPCO). Untuk informasi lebih lanjut silakan lihat halaman pada switch .

Perlindungan dioda untuk relay

Perlindungan dioda untuk relayTransistor dan IC harus dilindungi dari tegangan tinggi singkat dihasilkan ketika koil relay dimatikan. Diagram menunjukkan bagaimana sinyal dioda (1N4148 misalnya) terhubung 'mundur' di kumparan relay untuk memberikan perlindungan ini.Arus yang mengalir melalui koil relay menciptakan medan magnet yang runtuh tiba-tiba ketika arus dimatikan. Runtuhnya tiba-tiba dari medan magnet menginduksi tegangan tinggi singkat di kumparan relay yang sangat mungkin untuk transistor kerusakan dan IC. Perlindungan dioda memungkinkan tegangan induksi untuk mendorong arus melalui kumparan singkat (dan dioda) sehingga medan magnet mati cepat-cepat ketimbang langsung. Hal ini untuk mencegah tegangan induksi menjadi cukup tinggi untuk menyebabkan kerusakan pada transistor dan IC.

Buluh relay

Reed Relay, foto © Elektronik Cepat
Reed RelayFoto © Elektronik Cepat
Buluh relay terdiri dari sebuah kumparan yang mengelilingi saklar buluh. Reed switch biasanya dioperasikan dengan magnet, tapi dalam buluh relay arus mengalir melalui koil untuk menciptakan medan magnet dan menutup saklar buluh.Reed relay umumnya memiliki daya tahan lebih tinggi dari kumparan relay standar (1000 ohm misalnya) dan berbagai suplai tegangan (9-20V misalnya). Mereka mampu beralih jauh lebih cepat daripada relay standar, sampai beberapa ratus kali per detik, tetapi mereka hanya dapat beralih arus rendah (maksimum 500mA misalnya).
Buluh relay ditunjukkan dalam foto tersebut akan plug ke 14-pin standar DIL soket ('IC pemegang').
Untuk informasi lebih lanjut mengenai buluh switch silakan lihat halaman pada switch .

Relay dan transistor dibandingkan

Seperti relay, transistor dapat digunakan sebagai saklar dioperasikan secara elektrik. Untuk beralih arus DC kecil (<1A) pada tegangan rendah mereka biasanya pilihan yang lebih baik dibandingkan relay. Namun, transistor tidak dapat switch AC (seperti listrik utama) dan dalam rangkaian sederhana mereka biasanya tidak pilihan yang baik untuk switching arus yang besar (> 5A). Dalam kasus ini relay akan dibutuhkan, tetapi perhatikan bahwa transistor daya rendah mungkin masih diperlukan untuk beralih arus untuk kumparan relay! Keuntungan utama dan kerugian dari relay tercantum di bawah ini:Keuntungan relay:
  • Relay dapat switch AC dan DC, transistor hanya dapat beralih DC.
  • Relay dapat switch tegangan tinggi dari transistor standar.
  • Relay sering merupakan pilihan yang lebih baik untuk switching arus yang besar (> 5A).
  • Relay dapat switch banyak kontak sekaligus.
Kekurangan relay:
  • Relay bulkier daripada transistor untuk switching arus yang kecil.
  • Relay tidak dapat beralih dengan cepat (kecuali relay buluh), transistor dapat beralih kali per detik.
  • Relay menggunakan daya lebih karena arus mengalir melalui koil mereka.
  • Relay membutuhkan lebih banyak arus dari IC dapat menyediakan, sehingga transistor daya rendah mungkin diperlukan untuk beralih arus untuk kumparan relay.

Friday, November 25, 2011

dia sang kekasih

tabur bintang di malam hari 
bagai tarian bidadari 
terajut langkah aku mencari 
apakah dia sang kekasih? 

kini tiba sang purnama 
sinarnya hadirkan panorama 
aku termenung sekian lama 
apakah dia sang kekasih? 

terbangun aku di pagi hari 
kusapa senyum sang mentari 
terpana aku bertanya sembari 
apakah dia sang kekasih 

matahari bulan dan bintang 
semua lenyap ditelan petang 
dia yang pergi setelah datang 
apakah dia sang kekasih? 

kuhadap wajahku kepada wajahnya 
pencipta alam dengan indahnya 
aku memuja, menyembahnya 
karnalah dia sang kekasih 
 
makam khalilullah ibrahim as

wawancara dengan seekor lebah - 'Allamah Sayyid Fadhil al-Nuri (rahmatullah 'alaih)

Wawancara dengan seekor lebah

Wartawan: terima kasih karena anda telah meluangkan waktu untuk wawancara dengan kami.

Lebah: tolong anda utarakan pertanyaan anda segera. harus anda tahu bahwa waktu saya sangatlah berharga dan saya punya banyak pekerjaan yang lebih penting. Saya menyisihkan waktu ini agar anda sampaikan kepada manusia apa yang akan saya katakan ini.

Wartawan: melihat cara bicara anda, sepertinya anda sedang mengejek saya. Saya tidak datang ke sini untuk dihina.

Lebah: menghina dan mengejek bukanlah kebiasaan kami para hewan dan serangga. Kami tidak pernah bermaksud untuk melecehkan seseorang. Sebaliknya, kami selalu berusaha membantu sesama. Yang harus anda ketahui, dan yang sebenarnya enggan untuk saya katakan adalah bahwa walaupun kalian anak cucu Adam mempunyai banyak keunggulan dan keutamaan, akan tetapi dalam beberapa segi kalian sangat berbeda dengan kami.

Wartawan: perkataan anda tidak berdasarkan dalil sama sekali. Tolong beri argumen yang kuat tentang omongan anda ini.

Lebah: kalau begitu, dengarkan baik baik apa yang saya sampaikan, agar anda tahu bahwa ucapan saya bukanlah omong kosong.
Kami para satwa bersih dari maksiat dan dosa sedangkan kalian melakukan dosa dosa. Ketika Allah swt melimpahkan amanatnya kepada langit, bumi, gunung dll, kami menolak amanat itu, karena kami sadar akan akibat dari beban berat itu. Dan kami juga tahu betul siapa pemilik asli amanat mulia itu. Akan tetapi, karena kalian “dzalum” dan “jahul”, kalian menerima itu. 

Pada mulanya, Allah swt menyerahkan amanat-Nya kepada langit dan bumi tetapi mereka menolak itu. Hingga tiba giliran kalian dan kalian menerima tugas ini sehingga kalian layak memiliki sifat “dzalum” dan “jahul” ini.* 

Allah swt memberikan “iradah” (kehendak) kepada kalian karena kalian menerima amanat ini. Tetapi kalian menyalahgunakannya untuk melawan kehendak Ilahi. Sedangkan untuk kami yang tidak menerima amanat-Nya, Dia menganugerahi kami tabiat “takwini” (cipta) serta “gharizah” (insting) yang berarti kami menerima taklif Ilahi apa adanya. 

Wartawan: apa lagi yang ingin anda sampaikan?.

Lebah: kami mempunyai kemampuan dan ilmu yang sangat hebat hingga kalian sendiri merasa kagum dan terheran heran. Siang dan malam kalian meneliti tentang kami melalui para spesialis dan dengan peralatan-peralatan canggih kalian. Kalian mengadakan seminar-seminar dan telaah-telaah tapi belum bisa mencapai hasil akhir. Kalian seperti seorang bayi di hadapan samudera tak bertepi.

Wartawan: saya belum bisa memahami maksud ucapan anda. Tolong terangkan lebih jelas lagi.

Lebah: saya yang ada di hadapan anda sekarang ini adalah seorang insinyur peninjau. Saya memantau dan mengawasi jalannya pembuatan sarang. Sarang yang membuat kalian melihatnya dengan seksama dengan takjub atas rancangan dan instalasinya. Saya tidak punya ijazah perguruan tinggi dan saya tidak pernah mengikuti pelajaran di SD, SMP atau SMA seperti kalian, akan tetapi saya melaksanakan tugas saya dengan baik. Sedangkan para insinyur kalian selalu merasa bahwa mereka masih dalam tahap pertama dan juga mereka terkadang salah dalam memperhitungkan pekerjaan mereka.

Wartawan: dari mana anda pelajari ilmu ini sehingga anda menjadi seorang insinyur?

Lebah: saya mempelajari semua ini dari universitas “takwini” dan insting. Setiap satu dari kami dilahirkan sebagai seorang insinyur.

Wartawan: ini merupakan keutamaan besar yang kalian miliki. Apakah ada ciri ciri lain yang ada pada kalian?.

Lebah: kalian anak anak adam, bisa sampai pada teknologi seperti yang kami miliki setelah berjuta juta tahun kalian hidup di dunia ini, itupun kalian hanya meniru dari kami dan kalian mengatasnamakan itu semua untuk diri kalian. Dengan itu semua, kalian menganggap diri kalian pemimpin ekosistem ini.

Wartawan: apa yang anda katakan itu tidak benar. Kami memang benar-benar takjub atas tatanan yang detail dan penciptaan yang sangat teratur dan sempurna yang ada pada kalian. Saya tidak datang ke sini kecuali untuk mendengarkan anda dengan seksama. Maka, katakan apa yang ingin anda katakan karena saya bisa memahami itu.

Lebah: kalian belajar terbang dari kami dan radar yang kalian buat adalah tiruan radar saudara kami kelelawar. Kami lebih dahulu tahu tentang medan magnet bumi dan besar sudut antara posisi kami dan sinar matahari. Kami menggunakannya untuk melakukan perjalanan jauh di penjuru bumi serta untuk mengatur waktu perjalanan tersebut. Kami juga tahu tentang sinar ultraviolet dan kami menggunakannya untuk melihat dengan jelas dan juga untuk mendeteksi titik-titik tersembunyi. Kami juga mempunyai bahasa yang lebih detail dan rumit dari bahasa kalian meskipun bahasa kami lebih sederhana dan kami menghubungkannya satu sama lain dengan antena. Kami menggunakan gelombang elektronik untuk hubungan jarak jauh. Kami juga menggunakan indera yang sangat kuat untuk memprediksi gempa bumi dan angin topan.

Kami mempunyai daya penciuman yang tajam sehingga kalianpun menggunakan kami untuk mengatasi kekurangan kalian. Kalian mempekerjakan saudara kami anjing untuk melacak obat-obatan terlarang dan untuk melacak orang yang terjerat longsor. Kalian mengunakan jasa saudara kami lumba-lumba untuk menolong orang orang yang tenggelam.

Kami para lebah mempunyai kemampuan luar biasa untuk menentukan mana telur jantan dan mana telur betina dan peralatan sonografi yang merugikan kesehatan wanita hamil yang kalian punyapun tidak sampai pada itu. Sesuatu yang bagi kalian luar biasa, bagi kami, itu hanya sesuatu biasa biasa saja yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Bijaksana kepada kami agar kami selalu tunduk dan patuh pada-Nya. 

Kami juga menguasai ilmu kedokteran tingkat tinggi, oleh karenanya, kami mempunyai umur yang sangat panjang. Saudara kami kura kura dapat hidup sampai beberapa abad. Memang, akhir-akhir ini kami sering menderita beberapa penyakit seperti influenza dll. Itu semua dikarenakan percobaan-percobaan kalian terhadap kami sehingga alam ini kotor dan rusak. Di dalam al Quran disebutkan: 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia”.

Kami telah menemukan listrik berjuta juta tahun lalu. Teman kami ikan laut menggunakannya untuk mengusir dan membunuh musuh musuhnya. Sedangkan kalian, baru kemarin dapat merasakan nikmat anugerah itu.

Jangan lupa, secara global, kami berada di puncak ilmu dan sains sejak permulaan alam semesta ini diciptakan. Kalian para manusia baru beberapa hari saja bisa mencapai pojok pojoknya, itupun dengan percobaan-percobaan yang kalian lakukan terhadap kami. 

Setiap satu dari kami dilahirkan sempurna. Seekor merpati lahir seperti merpati dan sepanjang umur ia akan tetap menjadi merpati. Merpati telah mencapai kesempurnaannya sebagai merpati. Sedangkan manusia tidak dilahirkan sebagai manusia, akan tetapi ia lahir seperti sebutir benih. Ia bisa menempatkan dirinya di lingkungan yang cocok dan menjadi manusia di situ. Tentang Sayyidah Maryam as Al Quran menyebutkan: 

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتاً حَسَناً
“Dan tuhan menerimanya dengan baik dan memeliharanya dengan baik (pula)”

Kami diciptakan secara “bil fi’l” (aktual) sedangkan kalian diciptakan secara ”bil quwwah” (potensial). Oleh karena itu kalian bisa tumbuh dan berkembang bahkan lebih tinggi dari kami para hewan. Akan tetapi, meskipun ratusan nabi dan rasul telah datang kepada kalian, tapi kalian masih belum bisa mencapai derajat “insaniyah”(manusia yang sebenarnya).

Wartawan: anda jangan lupa, kami para manusia memiliki keutamaan-keutamaan yang mana kalian para hewan tidak mempunyai itu, seperti akal dan “iradah” (kehendak).

Lebah: kami tidak memungkiri itu, tapi kalian mencoreng nama semua keutamaan yang kalian punyai itu dengan hawa nafsu, kezaliman, ketidaksopanan, permusuhan, dan sifat sifat-sifat buruk seperti tamak, dengki, riya, makar dan kepengecutan.

Wartawan: oh…, perkataan anda sangat tajam dan dalam. Memangnya apa keutamaan yang anda miliki?.

Lebah: kami mempunyai sifat dan akhlak yang tinggi yang membuat kalian berdecak kagum sampai semua itu menjadi peribahasa untuk kalian.

Wartawan: tolong sebutkan contohnya.

Lebah: kami mempunyai ketangguhan yang luar biasa dan kami juga tak mengenal lelah. Kami menjalankan aktifitas berdasarkan peraturan umum yang kami punyai yaitu “kerja, kerja, kerja, dan kerja”. Sebagai contoh, saya harus menjelajahi ratusan taman bunga untuk mengumpulkan sekilo madu yang bermanfaat untuk mengobati penyakit-penyakit berbahaya bagi kalian dan saya harus mengambil intisari ribuan macam bunga dengan menempuh perjalanan sama dengan sepuluh kali putaran bumi tanpa sedikitpun merasa lelah dan mengeluh, hingga madu itu kami persembahkan kepada kalian tanpa adanya imbalan dan balasan apapun dari kalian. Untuk membuktikan perkataan saya, kalian lihat saja saudara saya semut dan hakekat keteguhan dan kesabaran serta ketangguhannya, sebaliknya, kalian mudah menyerah dan lepas tangan ketika menemui masalah dalam urusan urusan kalian.

Wartawan: anda berkata benar, tolong lanjutkan.

Lebah: kami selalu tepat dalam melaksanakan tugas tugas kami dan kami mentaati segala perintah dari atasan kami apa adanya, walaupun harus berakhir dengan kematian atau mungkin perintah itu adalah perintah bunuh diri. Mungkin anda pernah dengar teman teman kami belalang di China yang melemparkan diri mereka ke laut atas perintah ratu mereka. Begitu juga ikan paus yang secara berkelompok menepi ke pantai dan akhirnya mereka mati. Tak satupun dari mereka yang berani menyembunyikan diri dan lari dari perintah atasan mereka.

Wartawan: sangat menarik apa yang anda ungkapkan ini. Ada lagi yang ingin anda katakan?.

Lebah: kami mempunyai niat yang tulus dalam melaksanakan pekerjaan kami tanpa rasa riya. Kami tidak mencari nama, ketenaran, dan kedudukan sosial dan kamipun tidak suka dipuji puji orang. Kami tidak senang bila harus berdiri di depan kamera atau bila channel-channel televisi menayangkan gambar kami.

Wartawan: saya sangat kagum dengan anda. Saya juga bangga atas apa yang kalian punya. dengan sifat-sifat yang kalian miliki, kalianlah manifestasi dari firman Allah swt: 

فَمَن كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبّـِهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبّـِهِ أَحَداً
“Maka barang siapa mengharapkan pertemuan dengan tuhannya, maka hendaknya ia lakukan amalan saleh dan tidak menyekutukan tuhannya dalam ibadah dengan siapapun”

Lebah: kami juga mempunyai ketulusan dalam beramal dan kami melaksanakan tugas kami tanpa pengkhianatan, rasa menyepelekan ataupun kelicikan. Kami tidak ingin menipu atau membodohi orang lain. Dalam jual beli, kami tidak mencampur barang yang bagus dengan barang yang sudah rusak. Sedangkan kalian memalsukan barang-barang dan kalian tulis di atasnya “jangan gunakan barang tiruan”. Yang mengherankan lagi, kalian juga menggunakan cara cara yang licik atas kami. Sebagai contoh, kalian memberi kami gula untuk menutupi kejahatan kalian atas bunga bunga dan taman taman yang kalian musnahkan dan kalian jual itu dengan label “100% alami”. sedikitpun kalian tidak malu pada tuhan kalian.

Wartawan: benar, ini adalah fenomena buruk yang membuat manfaat berharga yang ada pada madu itu hilang.

Lebah: kami merasa cukup dan rela dengan apa yang kami punya dan kami hanya mencari apa yang kami butuhkan di hari ini saja. Bahkan raja hutan pun melakukan hal yang sama. Tidak ada rasa tamak dan serakah dalam diri kami, dan apa yang kalian sebut deposito dan asuransi pun tidak ada. Kami tidak menyimpan kekayaan kami di bank. Bagi kami masa sekarang ini lebih penting. Jika kalian melihat kami menyimpan sesuatu, itu hanya untuk masa di mana kami tidak akan dapat bekerja lagi karena situasi dan kondisi yang sulit. Tujuan kami sama sekali bukan untuk mengumpulkan kekayaan ataupun monopoli pasar. Sedangkan sebagian dari kalian mempunyai milyaran dolar sementara mereka menyaksikan kematian anak-anak jalan dan orang orang terlantar. Setelah mati, mereka mewariskan kekayaan mereka kepada anjing dan kucing peliharaan mereka. Mereka hidup seperti seorang pengemis dengan semua harta benda itu. Di akhirat kelak mereka akan merasakan azab yang pedih.

Wartawan: anda memang benar-benar punya naluri yang tinggi.

Lebah: kami mempunyai tenggang rasa dan pengorbanan. Kami selalu berbakti kepada orang orang yang di samping tidak menguntungkan bagi kami, mereka bahkan merugikan dan berbahaya bagi kami. Kami tidak mengharapkan apa-apa dari mereka atas pengorbanan dan bakti kami. Kami tidak mengharapkan mereka untuk mengobati luka kami atau mengubur jasad kami. Kami juga tidak meminta mereka untuk mengadakan acara duka dan bela sungkawa untuk kami. Bahkan kami tidak ingin mereka mengenang kami setelah kami mati.

Wartawan: sungguh anda telah menggetarkan hati saya dengan apa yang anda sampaikan. 
…………

dosa dalam fikiran


Dua orang sufi sedang melakukan perjalanan suci. Mereka menyisir tepi sungai yang tidak terlalu dalam. Di pinggir sungai itu, ada seorang wanita cantik yang ingin menyeberang sungai tapi takut, dan ia menunggu seseorang untuk menolongnya.

Tanpa pikir panjang, salah satu sufi menggendong pemudi itu dan membawanya ke seberang sungai. Kemudian kedua sufi itu meneruskan perjalanan mereka.

Setelah kejadian itu, sufi yang tidak menolong selalu komplain pada sufi satunya:

”apa yang kau lakukan tadi itu tidak benar.
Tidakkah kau tahu perjalanan kita ini untuk ibadah?
Kau telah menyentuh wanita itu.
Kau telah menyalahi aturan”.

Ia masih melanjutkan:

”bisa-bisanya kau melakukan itu?
Kau telah menghancurkan ibadah kita.
Kau telah menodai perjalanan suci ini”.

Pertama-pertama, sufi satunya itu diam saja tanpa membantah. Namun lama-lama dia tidak bisa menahan lagi. Akhirnya ia menjawab:

”saudaraku, aku menggendong wanita itu beberapa saat, kemudian aku melepaskannya. Setelah itu tidak ada apa-apa lagi. Aku tidak pernah memikirkan hal itu lagi.
Tapi kau, meskipun kau tidak menyentuhnya, selama beberapa jam ini, kau telah menggendong wanita itu dalam pikiranmu dan sampai sekarang kau belum menurunkannya”.


PERNIKAHAN DALAM PANDANGAN ISLAM (Risalah Nikah

Seiring dengan kemajuan manusia modern, yang ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai kebenaran
yang hakiki semakin tergeser dari kehidupan perilaku modern.

Pada akhirnya umat Islam semakin tidak mengerti, memahami, bahkan tidak memperdulikan lagi terhadap syari'at yang mestinya menjadi panutan dan pegangan bagi mereka (umat Islam). Pernikahan yang dalam Islam dianggap sebuah kegiatan yang sakral dan telah diberi rambu-rambunya oleh Allah SWT demi kebaikan manusia itu sendiri, sekarang terasa sekali tidak dilaksanakan sesuai keinginan Allah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw, bahkan umat Islam malah condong meniru nilai dan perilaku Barat yang kenyataannya adalah tidak sesuai dengan syari'at Islam, atau mungkin dengan cara-cara mengikuti nenek moyang mereka; yang kalau tidak mau dikatakan bid'ah/kurafat, tetapi pada prakteknya banyak yang tidak sesuai dengan syari'at Islam yang sudah jelas dan berpahala serta mengandung keberkahan dari Allah SWT.

"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku ! niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran (3) : 31).

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberikan Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman." (QS. Ali Imran (3) : 100).

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al Baqarah (2) : 120)

"Barang siapa yang membuat-buat dalam urusan (agama) kami ini amalan yang bukan darinya, ia tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mencoba mempersembahkan sebuah risalah tentang pernikahan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Risalah ini hanyalah satu usaha kecil dari sebuah proyek besar dalam
penyadaran umat dan memberikan pemahaman yang benar dalam rangka
pembinaan umat, sehingga ajaran Islam yang begitu kompleks dan luas tidak lagi asing di tengah-tengah umatnya sendiri, atau bahkan dihujat oleh umat Islam itu sendiri, karena umat yang salah dalam memahami atau mungkin ketidaktahuannya terhadap ajaran (agama)nya sendiri.

Kami juga berharap dan memohon agar Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang telah membaca dan memahami risalah ini, agar menularkan pemahamannya kepada saudara dan handai taulan lainnya, agar mereka tidak salah dalam menyikapi sebuah kegiatan yang sebenarnya ada dalam ajaran Islam.

Atas semua perhatian dan dukungan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga, dan hanya Allah SWT yang dapat membalas dengan balasan yang belipat ganda, amin. 

"Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbangdengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). Katakanlah:"Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". Katakanlah : "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupki dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya;dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al An'am (6) : 160 - 163)


PERNIKAHAN : ANTARA FITRAH & IBADAH

Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan satu dengan yang lainnya, dan menyatukan keduanya dalam taqwa, serta menumbuhkan darinya rasa tenteram dan kasih sayang. Shalawat serta salam semoga selalu allah curahkan kepada teladan umat yang telah mengembalikan harkat manusia kembali pada fitrahnya.

Islam sebagai ajaran yang sesuai dengan fitrah, telah mensyari'atkan adanya pernikahan bagi setiap manusia. Dengan pernikahan seseorang dapat memenuhi kebutuhan fitrah insaniyahnya (kemanusiaannya) dengan cara yang benar sebagai suami isteri, lebih jauh lagi mereka akan memperoleh pahala disebabkan telah melaksanakan amal ibadah yang sesuai dengan syari'at Allah SWT.

Pernikahan dalam pandangan Islam, bukan hanya sekedar formalisasi hubungan suami isteri, pergantian status, serta upaya pemenuhan kebutuhan fitrah manusia. Pernikahan bukan hanya sekedar upacara sakral yang merupakan bagian dari daur kehidupan manusia. Pernikahan merupakan ibadah yang disyari'atkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya, maka tidak diragukan lagi pernikahan adalah bukti ketundukan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak membiarkan hamba- Nya beribadah dengan caranya sendiri. Allah yang Maha Rahman memberikan tuntunan yang agung untuk melaksanakan ibadah ini, sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya (shalat, puasa, zakat, haji, dsb.). Maka adalah sebuah kecerobohan, bila hamba-Nya yang ingin melaksanakan ibadah yang suci ini (nikah) menodainya dengan bid'ah (yang tidak diajarkan oleh Islam) dan khurafat (hal-hal yang membawa kepada kemusyrikan terhadap Allah), sehingga mencabut status aktivitas itu dari ibadah menjadi mafsadat/dosa. Adalah sebuah kemestian bagi setiap muslim untuk berusaha menyempurnakan ibadahnya semaksimal mungkin, tak terkecuali dengan sebuah proses dan kegiatan pernikahan. Kesemuanya itu dilakukan agar hikmah dan berkah ibadah dari ibadah itu dapat dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla. 


RESEPSI PERNIKAHAN (WALIMAH)

Walimah berasal dari kata Al-Walam yang bermakna Al-Jamu' (berkumpul), karena setelah acara tersebut dibolehkan berkumpul suami isteri. Menurut Ibnu Arabi, istilah walimah mengandung makna sempurna dan bersatunya sesuatu. Istilah walimah biasanya dipergunakan untuk istilah perayaan syukuran karena terjadinya peristiwa yang menggembirakan. Lebih lanjut istilah walimah akhirnya dipakai sebagai istilah untuk perayaan syukuran pernikahan.

Sebahagian ulama berpendapat, bahwa hukum penyelenggaran walimah itu adalah sunnah muakkadah (dianjurkan) berdasarkan hadits perintah Rasulullah saw kepada Abdurrahman bin Auf.

"Selenggarakanlah walimah, walaupun dengan seekor kambing!"


ADAB WALIMAH

Seperti yang telah diungkap sebelumnya, bahwa pernikahan adalah sebuah acara ritual dan ibadah yang tentu telah diatur oleh Allah SWT lewat Rasul-Nya, maka yang perlu kita perhatikan dalam adab-adab terselenggaranya acara tersebut agar tetap dalam ridho Allah SWT, yaitu :

1. Bertujuan untuk melaksanakan ibadah

Tidak dibenarkan melaksanakan walimah dan menghadirinya dengan didasari kepentingan-kepentingan lain selain untuk mencari ridho Allah SWT, karena hanya dengan niat yang ikhlas-lah segala amalan kita mendapat pahala dan ridho Allah, sehingga melahirkan keberkahan dalam meniti kehidupan selanjutnya.

"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang tergantung apa yang ia niatkan..." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menghindari kemaksiatan

Karena ibadah yang satu ini melibatkan pribadi dan orang lain, maka harus sangat diperhatikan beberapa hal yang mungkin dapat menimbulkan kemaksiatan yang sengaja, maupun tanpa sengaja dilakukan oleh pelaksana, maupun undangan yang datang, untuk itu ada beberapa catatan yang harus diperhatikan sehingga kita terbebas dari kemaksiatan kepada Allah; Sang Pencipta kita :

a. Jangan melupakan fakir miskin dalam mengundang tamu.

"Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah, dimana orang- orang kaya diundang makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang." (HR. Muslim dan Baihaqi)

b. Menghindari perbuatan syirik dan khurafat.

Dalam masyarakat kita terdapat banyak kebiasaan dan hal-hal yang dilandasi oleh kepercayaan terhadap selain Allah SWT, walaupun sering kita mendengar bahwa hal-hal tersebut hanya perantara, tetapi tetap karena Rasul-Nya tidak mencontohkan, bahkan Allah SWT telah jelas- jelas melarangnya, maka jangan dilaksanakan.

"Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (QS. Al Jin (72) : 6)

"Barang siapa mendatangi dukun atau peramal, dan percaya kepada ucapannya, maka ia telah mengkufuri apa yang telah diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw." (HR. Abu Daud)

"Barang siapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan hari
mujur, maka ia telah syirik kepada Allah." (HR. Ahmad).

c. Tidak bercampur baur antara tamu pria dan wanita.

Hikmah tidak bercampur baurnya antara tamu pria dan wanita adalah untuk menghindari terjadinya zina mata dan zina hati; dan inilah tindakan preventif (pencegahan) dari perbuatan selanjutnya.

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Israa' (17) : 32)

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera- putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera- putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur (24) : 30 - 31)

Perlu diingat menahan sebagian pandangan ini berarti bukan selalu menunduk, tetapi menahan pandangan dari apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT untuk dilihat oleh kita.

"Dua mata itu bisa berzina, dan zinanya ialah melihat (yang bukan mahramnya)." (HR. Bukhari)

Dan salah satu bentuk yang bisa menimbulkan gejolak syahwat dan menghantarkan kepada perzinaan (hati/persetubuhan) adalah berjabat tangan antara orang yang bukan mahramnya.

"Barang siapa yang berjabat tangan dengan selain mahramnya maka akan mendapat murka dari Allah Azza wa Jalla." (HR. Ibnu Baabawih)

Untuk membantu terlaksananya hal tersebut di atas, maka sangat diperlukan sebuah pelengkap agar kita (para tamu) dapat menjaga pandangan pada apa yang Allah larang; yaitu dengan pemisahan ruangan tamu untuk pria dan wanita atau memakai hijab (tirai) antara tamu wanita dan pria, sebagaimana Rasulullah contohkan pada waktu Rasulullah menikah dengan Zainab binti Jahsyi di Madinah, yang merupakan sebab turunnya surat Al Ahzab atau 53.

Hal ini jangan dianggap hal yang mengada-ada dan asing, karena telah dijelaskan di awal, bahwa walimah merupakan sebuah aktifitas dari sekian aktifitas yang termasuk ibadah, maka iapun sama dengan ibadah- ibadah yang lainnya memiliki aturan main; contoh nyata adalah shalat, dimana dalam shalat terjadi pemisahan antara pria dan wanita; juga kegiatan pengajianpun demikian, jadi sangat wajar dan sebuah ajaran dari Allah yang Maha Mengetahui kekurangan dan kelebihan manusia serta mengetahui apa yang terjadi bila manusia hanya berpijak pada prasangka dan keyakinannya; yang pada dasarnya manusia itu makhluk yang lemah dan tidak mengetahui yang ghaib dan akibat dari perbuatannya.

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. (QS. Ar Ruum (30) : 7)

Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun. (QS. Ar Ruum (30) : 29)

d. Menghindari hiburan yang merusak nilai ibadah.

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Luqman (31) : 6)

e. Menghindari dari perbuatan mubazir.

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan:dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Israa' (17) : 27)

f. Saling menghormati dan berkata yang baik.

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah menghormati tetangganya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah menghormati tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

g. Memberikan ucapan selamat dan mendo'akan kedua mempelai.

Disunnahkan kita untuk mengucapkan do'a ketika kita berjabat tangan dengan sang pengantin.

"Apabila salah seorang saudaramu menikah ucapkanlah :

"Baarokallohu laka, wabaaroka 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khoir" artinya : "Semoga Allah SWT memberkahimu dan mudah-mudahan Allah mengekalkan berkah atasmu serta menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Atau do'a Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib ketika menikah dengan Fatimah Az-Zahrah (putri Rasulullah) :

"Semoga Allah mengimpun yang terserak dari kalian berdua, memberkahi kalian berdua; dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunannya, menjadikan pembuka rahmat, sumber ilmu dan hikmah, pemberi rasa aman bagi umat."


ADAB MAKAN PADA ACARA WALIMAH

1. Tidak berlebih-lebihan

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A'raaf (7) :31)

2. Menggunakan tangan kanan

"Dari Khafsah, bahwasanya Rasulullah telah menggunakan tangan kanan sewaktu makan dan minum serta berpakaian, sedang tangan lainnya untuk selain itu." (HR. Abu Daud)

3. Jangan makan-minum sambil berdiri

"Dari Anas, bahwasanya Nabi saw telah melarang seseorang sambil berdiri, Qatadah bertanya kepada Anas : "Bagaimana jika makan sambil berdiri?" jawabnya : "Tentunya yang demikian itu sangat buruk dan jahat." (HR. Muslim)

Demikianlah risalah ini kami susun, mudah-mudahan kita dapat memahaminya dengan pemahaman yang benar tanpa dilandasi prasangka buruk dalam mempelajari Al Islam yang sangat sempurna (mencakup segala aspek) dalam ajarannya, sehingga kita dapat mengamalkannya secara konsisten dan konsekuen, amin.