Sunday, September 29, 2013

MODEL-MODEL PTK





Penelitian Tindakan Kelas
1.      Pengertian penelitian tindakan ke;as dan karekteristiknya
 PTK adalah suatu cara atau pendekatan yang dilakukan oleh seorangpeneliti untuk memperbeiki pendidikan melalui perubahan,dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri , agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk mengubahnya.

2.      Karekteristik penelitian tindakan kelas
Ditinjau dari karekteristiknya PTK setidaj memiliki karekteristi antra lain
1.Didasrakan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional
2.Adanya kilaborasi dalam pelaksanannya
3.Penelitian sekaligus sebagai praktis yang melakukan refleksi
4.Bertujuan memperbaiki atau meningkatkan kualitaas prektek nstruksional
5.Dilaksanakan dalam raangkain langkah dengan beberapa siklus

3.      Pelaksanaan penelitian tindakan kelas
Banyak model PTK yang dapat diadopsi dan diimpelementasi di dunia pendidikan. Namun secara singkat pada sarnya PTK terdiri dari 4 tahapan dasar yang saling terkait dan berkesinambungan
1.      Perencanaan ( planning)
2.      Pelaksanan (acting)
3.      Pengamatn(observasi)
4.      Refleksi(reflecting)
Namun sebelumnya , tahapan ini diawali oleh suatu tahapan pra PTK yang meliputi
-          Identifikasi masalah
-          Analisis masalah
-          Rumusan masalah
-          Rumusan hipotesis tindakan

Jenis dan Model PTK
A.    Jenis penelitian tindakan kelas
     Ada empat jenis PTK (penelitian tindakan kelas)
1.      PTK Diagnostik adalah penelitian yang dirancang vdengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan . dalam hal ini penelti mendianosi dan memasuki situasi yan terdapat di dalam latar penelitian . contohnya penliti berupaya menangani prselisihan, pertengkaran,konflik yang dilakukan antar siswa yang trdapat di suatu ekolah atau kelas
2.      PTK Partisipan adalah apabila orang yang melaksanakan harusterlibat lanhsung dalam proses penelitian sejak awal sampai cengan hasil penelitian beriupa laporan. Peneliti yang terlibat dalam hal ini langsung memantau, mencactan dan mengumoulkan data , lalu menganalisis data srta mengakhiri dengan melaporkan hasil penelitiannya
3.      PTK Empiris adalah apabila peneliti berupaya melaksanakan sesuatau indakanatau aksi dan membukaka apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung
4.      PTK Ekperimental adalah apabila PTK diselenggrakan dengan berupaya menerapkan berbagai tehknik atau strategi secar efektif dan efesien di dalam suatau kegiatan blajar mengajar

B.     Model –model penelitian tindaakn kelas
Beberap ahli mengemukakn model desain PTK , aatara lain yang sering digunakan adalah ada 4 yaitu
1.      Model Kurt Lewin
Konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh kurt lewi ialah bahwa dalam suatu siklus terdidri dari empat langkah
1.      Planning ( perencanaan)
2.      Aacting( pelksanan )
3.       Observasi( pengamatan)
4.      Reflecting(refleksi)
Sementra itu , empat langkah dalam satu siklus yang dikemukana oleh kurt lewi tersebut oleh ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi
1.      Perencanan ( planning)
2.      Pelksanan ( impelementasi)
3.      Penilaian atau ( evaluasi)
2.      Model Kemmis dan Mc. Taggar
Model yang dikemukakan oleh Stephen Kemmis dan Robin Mc. Taggart tidak terllalu berbeda dengan model kurt lewin . Dikatakan demikian karena di dalam satu suklus atau piutaran terdiri atas empat komponen seperti yang dilaksaakan lewin . Keempat kompoene tersebut adaalh
1.      Perencana ( planning)
2.      Tindakan ( acting)
3.      Observasi atau( obbservatioan)
4.      Refleksi ( reflection)
Sesusdah satu siklus perencanan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri . Demukian seterusnya atau dengan beberapa kali siklus.

3.      Model John Elliot

Model Elliot tampak lebih rinc jika di bandingkan dengan kedua model yang telah di kemukakan diatas . Dikatakan lebih rinci karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri  dari beberapa tindakan, yaiti antara tiga sampai limatindakan sementara itu setiap tindakan kemungkinan terdiri atas beberapa langkah yang tereealisasi adalam bentu kegiatan pembelajaran.

4.      Model Dave Ebbutt

Sesudah Dave ebbutt mempelajari model- model PTK yang dikemukakan oleh para ahli PTK sebelumnya dia brpendapat bahwa model- mode PTK yang ada seperti yang diperkanalkan oleh John Elliot , Kkemie dan Mc. TaggrT dan sebagainya dipandang sudah cukup bagus.Akan tetapi . dalam model- model tersebut masih ada beberapa hal atau bagian yang belum tepat sehngga perlu dibenahi . Pada dasar ebbutt setuju dean gagasan- gagasan yang diutarakan oleh Kemmie dan Elliot tetepi tidak setuju mengenai beebrapa interprestasi Elliot mengenai karya Kemmmis . Selanjutnya dikatakan pula olehnya tentang pandangan Ebbutt yang menatakan bahwa bentuk spiral yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc. Taggart bukan mengatakan cara baik untuk menggambarkan proses aksi refleksi .
Dari model- model yang telah dipaparkan , pada dasranya dalam PTK empat tahapan yang peting yaitu
1.      Perencanan ( planning)
2.      Pelaksanaan (acting)
3.      Pengamatan ( observasi)
4.      Refleksi( reflectioan)
1.      Refleksi Awal
Refleksi awal dapat dilakukan dengan cara menelaah kekuatan atau kelemhan dari suatu proses pembelajaran yang telah dilakukan baik dari aspek diri sndri , siswa, sarana belajar, atau sumber lingkungan belajar. Dari temuana- temuaan awal , difokuskan pada identifikasi masalah yang nyata , jelas dan mendesak untuk dicari solusinya.
2.      Perencanan ( planning)
Dalam tahap ini , peneiti menjelaskan tentang apa , mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan. Apabila peneliti telah yakin terhadap kebenran rumusan masalah , maka selanjutnya dalah menyusun rencana tindakan yang melputi
·         Penempatan bukti atau indicator untuk mengunkur tingkt ketercapain     pemecahan maslah sebagai akibat dilakukannya tindaka
·         Penempatan scenario tindakan- tindakan yang diharapkan dapat menghasilkan dampak kearah perbaikan program
·         Perencanana metode dan alat untuk mengamati dan merekam / mengdokumentasi  semua data tentang pelaksanan tindakan
·         Perencanan metode dan teknik pengolahan data sesuai dengan sifat dan kepentingan penelitian
3.      Pelaksanan Tindakan
Tahap ini memerlikan impelemtasi atau penerapan isi rencana , yaitu melakukan tindaakn – tindakan sesuai dengan langkah- langkah tindaka yang telah direncanakan pada tahap perancangan. Skenario tindak yang telah direncanakan.  Dilaksanakn dalam situasi yang actual. Dalam waktu yang sama peneliti melakukan pengamata dan iterprestasi terhadap jalannya pelaksanana tindakan itu.
4.      Obeservasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanan tindakan sesuai dngan rencana yang teah disusun sebelumnya. Dan seberapa jauh prses yang terjadi dapat diharaopkan menuju sasaran yang diharapkan. Sebenrnya observasi atau pengamat tidak terpisah dengan pelaksanan tindakan . jadi observasi dan pelaksanan dilakukan dalam waktu bersamaan .
5.      Refleksi dan Evaluasi
Refleksi merupakan kegiatan analissis ,inteorestasi , dan eksplanasi erhadap semua informasi yang dipeoleh dari pelaksanan tindakan . E valuasi dilakukan dengan menggunakan suatu criteria, misalnya kriteria aktifitas pengajran mempunyai indicator penggunaan waktu , biaya, tenaga, dan pencapain hasil, Evaluasi dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif.
Pada tahapan refleksi dilakukan anasisi data yang diperoleh dari dampak pelaksanan tindakan dan hambatan yang muncul dan didiskusiskan rencana berikutnya untuk memperbaiki hal- hal  yang masih kurang.

Wednesday, September 11, 2013

Otak Kerdil ?


Brain Shrinkage atau pengerdilan otak biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia atau orang-orang  tua. Atau bahkan dengan kondisi kesehatan dunia yang semakin memburuk dewasa ini misalnya saja dengan kemunculan berbagai virus-virus aneh yang menjangkiti masyarakat internasional, bukan tidak mungkin pengerdilan otak tidak hanya terjadi pada orang tua. Kondisi tersebut pun kemungkinan besar dapat menyerang otak anak-anak muda pula.

Pengerdilan otak secara alami memanglah terjadi bagi setiap insan yang bertambah usia, seiring dengannnya berbagai kemampuan manusia pun semakin melemah. Mengapa demikian? Tentu saja sebab komandan mereka, yaitu otak terus mengalami penuaan dan pemunduran fungsinya. Maka, pengerdilan otak merupakan suatu keniscayaan bagi setiap manusia.

Penyakit-penyakit yang biasanya diasosiasikan dengan pengerdilan otak ini di antaranya, seperti alzhaimer dan/ataudementia. Alzhaimer, penyakit yang menyebabkan pasiennya menjadi pelupa, namun bukan sekedar pelupa. Sementara, demensia biasanya pun identik dengan penyakit orang-orang lansia.

Kembali pada pengerdilan otak, untungnya dikemukakanlah berbagai penelitian dan fakta ilmiah bahwa kondisi tersebut sesungguhnya dapat direduksi. Walaulah tak dapat dihilangkan, sebab sebagaimana penulis jelaskan sebelumnya, namun setidaknya ia mampu dikurangi atau ditunda kedatanganya.

Berbagai hal sederhana bagi setiap manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebenarnya dapat membantu otak untuk enggan menua sedini mungkin. Artinya, otak mampu menunda penuan usia otak, walaulah tubuh manusia semakin renta.

Sebagaimana penulis telah saksikan dalam stasiun televisi KBS WORLD, dalam program acara The Mistery of Human Body,ditanyangkan berbagai kegiatan dari para inspirator yang telah berhasil menangkal pengerdilan otak sedini mungkin.

Misalnya saja , seorang kakek dari Negeri Matahari, Jepang, bernama Sochi Saburo yang pada tahun ini berumur sekitar 106 tahun, secara mengejutkan memiliki otak yang justru berumur 30 tahun lebih muda dari pada usianya. Setelah ditilik, kakek tersebut rupanya memiliki gaya hidup yang begitu unik dan inspiratif menurut penulis. Di antaranya sang kakek senantiasa memelajari bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Perancis, dan Korea. Bahkan dalam menulis buku diary beliau, kakek menulisnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Lebih mengejutkan lagi, kakek mulai tertarik belajar berbagai bahasa asing justru di mulai ketika beliau berusia 70 tahun.

Selain itu, kakek tersebut begitu teguh memegang nasihat ibundanya bahwa ketika makan harus mengunnyah makanan yang dimakan setidaknya sebanyak 30 kali kunyahan. Dan lucunya, sang kakek senang sekali bermain dengan berbagai macam mainan layaknya anak-anak. Yang kemudian membuat si kakek akhirnya menciptakan maianan buatannya sendiri. Dengan apa yang dialaminya, sang kakek pun kini begitu terkenal dikalangan para lansia dunia. Sehingga, sang kakek senantiasa bertamsya keliling dunia untuk dapat menyalurkan energi positifnya dan mengajarkan orang-orang tua lainnya untuk hidup lebih sehat.

Lain kakek Sochi Saburo, lain pula dengan seorang nenek di Korea Selatan (yang penulis lupa namanya). Seorang nenek dalam usianya yang mendekati se-abad, didokumentasikan dengan begitu gagah melakukan kegiatan pendakian, sebagaiamana masa mudanya dulu yang sering beliau lakukan. Bahkan ketika di rumah, sang nenek tersebut hampir mirip dengan kakek dari Jepang di atas, beliau senang sekali memelajari berbagai bahasa asing, salah satunya bahasa Jepang.

Singkat cerita, dalam tayangan tersebut sebenarnya terdapat lebih dari tiga narasumber, yang kemudian seluruhnya dianalisis dan disimpulkan. Bahwa pengerdilan otak sesungguhhnya dapat dicegah misalnya saja dengan banyak membaca, memelajari bahasa asing, olah raga, dan tentunya makan-makannan sehat. Atau dalam segi linguistik, seorang pakar mengatakan: “Read, write, and speak”. Dengan demikian, walaulah usia telah menginjak masa lebih dari seabad, bukan tidak mungkin otak kita tetap prima layaknya pemuda-pemudi diumur 30/40-an. Oleh karena itu, mari kita mulai untuk mencegahnya. Dan idealnya, Al Qur’an merupan solusi utama yang musti dipilih bagi kita kaum muslimin, apalagi dengan menghafalnya. Sehingga, berbagai sirkuit otak semakin banyak yang saling terubung, dan kita menjadi semakin sehat pula. Lantas, pengerdilan otak dapat ditunda sedini mungkin.

Sunday, September 8, 2013

Nasehat Lukman Al-Hakim pada anaknya




Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.


"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan badah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu. 

Kisah Petani Jagung

Kisah Petani Jagung, yang di cuplikan dari Fiksibuku Sepatu Terakhir.  Novel Inspiratif terbaru 2013 dari Republika.

Ayah adalah tipe pebisnis yang membuatku tak habis pikir. Jika kebanyakan orang berbisnis, tak ingin membagi resep rahasia, ataupun ilmu utamanya, Ayah justru sebaliknya. Ayah tak pernah pelit untuk berbagi ilmu, dari sekian pegawai yang dimilikinya, semuanya diajarinya untuk membuat sepatu. Tak ada satupun ilmu yang ia sembunyikan. Tak hanya itu, didorongnya mereka untuk lepas dan mandiri dari ayah.

Aku dan Mas Agus waktu itu sampai terheran-heran. Mendidik pegawainya untuk mandiri bukankah justru akan melahirkan pesaing baru bagi usaha Ayah?

Ayah menjelaskan konsepnya dengan satu kisah sederhana. Kisah yang masih aku ingat sampai sekarang.
“Bapak pernah cerita ke kalian tentang kisah seorang petani jagung yang berhasil?”
Aku dan Mas Agus hanya menggeleng.

“Alkisah ada seorang petani jagung yang sangat sukses.”, Ayah berhenti mengambil nafas sejenak.
Aku dan Mas Agus pasang telinga, antusias mendengarkan.

Dengan nada layaknya seorang pendongeng ia melanjutkan, “Di negerinya, setiap tahun diadakan kontes jagung, untuk mencari petani mana yang menghasilkan jagung terbaik. Petani sukses tadi, dia sering memenangkan kontes jagung tersebut. Tak hanya sekali, namun berkali-kali dan boleh dikata, setiap kontes jagung diadakan petani inilah pemenangnya. Kalian tahu rahasianya?” Tanya Ayah ke arah kami.

“Pupuk rahasia?”, Mas Agus coba mejawab.
 “Bukan, bukan itu rahasianya. Suatu waktu seorang wartawan bertanya pada petani sukses ini, apa formula rahasianya dia bisa memenangkan kontes jagung tersebut sampai berkali-kali. Si petani menjawab, 'tak ada formula rahasia, aku hanya membagikan benih-benih jagung terbaikku kepada petani tetangga-tetanggaku”

“Lho, benih  jagung terbaiknya kok malah diberikan ke tetangga? Tapi kok dia yang menang? Aneh!”, tanyaku.

“Itu dia kuncinya”, Ayah tersenyum. “Alin di sekolah sudah belajar IPA kan? Tentang tanaman yang punya serbuk sari dan putik?”

“Sudah” jawabku sambil mengangguk.
“Kita tahu bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak, lalu menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain.”, tangan ayah bergerak-gerak bak seorang pendongeng.

“Coba bayangkan Jika tanaman jagung tetangga buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang petani sukses ini pun juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagungnya.”
Kakakku manggut-manggut mulai paham.

Ayah melanjutkan “Sebaliknya jika tanaman jagung tetangga baik, maka serbuk sari yang dibawa angin dari ladang jagung mereka akan baik pula, disinilah bila kita ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, kita harus menolong tetangga kita untuk mendapatkan jagung yang baik pula.

“Begitu pula dengan hidup kita Nak. Jika kita ingin meraih keberhasilan, maka kita harus menolong orang sekitar menjadi berhasil pula. Mereka yang ingin hidup dengan baik harus menolong orang disekitarnya untuk hidup dengan baik pula. “, Ayah menutup ceritanya dengan bijak. 

Nilai Kehidupan


Nilai Kehidupan
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.