Matahari sesungguhnya selalu hadir dan ada,
Dan setiap orang terhangati olehnya.
Meskipun begitu, karena matahari tidak selamanya terlihat,
Manusia tidak mengengetahui bahwa kehangatan dan kehidupan berasal darinya.

Rabu, 28 September 2011

KENAL DIRI

     Tubuh manusia dibedakan atas 2 bagian penting, yakni jasad lahiriah dan jiwa batiniah. Jiwa disebut juga dengan ruh. Ruh terbagi dua, yaitu ruhul hayat dan ruhul tamyid/ruhul amri.Ruhul hayat inilah yang dikenal dengan nyawa, yang ada pada setiap makhluk. Ruhul hayat jadi perantara mahluk untuk hidup. Bila dicabut matilah ia.

      Ruhul amri merupakan perpaduan 3 in 1. Saat dia berfikir dinamakan akal. Waktu berkehendak disebut nafsu. Dan saat merasakan dinamai hati. Ruhul amri tak ada pada semua mahluk. Ia hanya pada manusia, jin dan malaikat.Dengan ruhul amri manusia dan jin akan diminta pertanggungjawaban. Malaikat punya ruh dan akal tapi tak diberi nafsu. Malaikat adalah mukalaf yang tabiatnya patuh dan tak pernah ingkar. Binatang punya ruh dan nafsu namun tak berakal. Maka binatang tak diminta tanggungjawab. Manusia dan jin punya ketiganya. Jika dididik, manusia seperti malaikat. Jika tak dididik, seperti setan.

      Nafsu ini fitrah, tak bisa dihilangkan. Nafsu hanya bisa dididik.Nafsu terdiri atas mazmumah(sifat buruk) dan mahmudah(sifat baik).Yang dimaksud mengenal diri adalah mengenal ruhul amri. Siapa yang mengenal ruhul amri berarti ia mengenal Allah swt. Siapa yang memahami ruhul amri berarti ia telah bisa menaklukan hawa nafsunya, total pasrah pada Allah swt. Inilah hamba yang telah menjadi muttaqin.
Nafsu itu harus ditaklukan. Inilah yang dikatakan mujahadatunnafsi. Berjuang menaklukan nafsu terdiri dari 3 bagian.Pertama takhalli yakni menyisihkan sifat buruk.Kedua tahalli yakni memasukkan sifat-sifat baik.Ketiga adalah tajalli yaitu kenikmatan saat kita mampu membuang rasa marah, sabar saat dihina dan ikhlas mengakui dosa dan bertaubat.

     Mujahadatunnafsi adalah perjuangan mendekatkan diri pada Allah. Maka siapa yang tak dekat dan tak takul Allah apaun yang datang jadi berbahaya. Yang positif datang seperti sukses naik pangkat, kita jadi merasa sombong dan riya. Yang negatif datang seperti gagal, kita jadi kecewa dan putus asa.
Jiwa atau hati itu ajaib. Dia yang tentukan baik buruknya manusia. Karena itu jagalah jiwa atau hati. Mintalah pada Allah untuk men-tadbir hati adar mendapat petunjuk-Nya. Saat hati anda pasrah total pada Allah, pada saat itulah wajah anda pun berubah teduh, menyejukkan dan mulai bersinar. Siapapun akan suka melihat anda.