Matahari sesungguhnya selalu hadir dan ada,
Dan setiap orang terhangati olehnya.
Meskipun begitu, karena matahari tidak selamanya terlihat,
Manusia tidak mengengetahui bahwa kehangatan dan kehidupan berasal darinya.

Minggu, 29 September 2013

PROSEDUR PENGUMPULAN DATA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PTK




1.    Prosedur dan Teknik Pengumpulan Data dalam PTK
Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa teknik dalam mengumpulkan data, seperti yang dikemukakan Sevilla, dkk (1993) bahwa dalam pengumpulan data penelitian dalam pendidikan dapat meliputi hal-hal sebagai berikut.
1.      Pengamatan;
Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya.Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur.Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.
2.      Pertanyaan;
Teknik pertanyaan lebih cocok digunakan dalam pendekatan survei. Pertanyaan yang efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla, 1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a) bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.
3.      Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden).Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden.Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
4.      Studi dokumenter (documentary study)
Studi dokumentermerupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh.Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan.
Jika dilihat dari segi teknikpengumpulan data kualitatif, ada tiga teknik yang dapat dipilih oleh peneliti untukmengumpulkan data yang disebut 3 E (Experiencing, Enquiring, dan Examining).
1.      Experiencing yaitu pengumpulan data melalui pengalaman. Teknik pengumpulandatanya dapat berupa observasi.
2.      Enquiring yaitu teknik pengumpulan data melalui pertanyaan oleh peneliti. Teknikpengumpulan datanya dapat berupa wawancara, angket, skala sikap, atau tes.
3.      Examining yaitu teknik pengumpulan data melalui pembuatan dan pemanfaatancatatan yang dapat berupa data arsip, jurnal,audiotape/videotape, artifak, dan catatanlapangan.
      1.            Pengumpulan Data Melalui Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan datadengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Adabeberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan observasi, diantaranya :
Ø  Memperhatikan fokus penelitian, kegiatan apa yang harus diamati, baik yangumum maupun yang khusus. Kegiatan yang umum maksudnya yaitu segala sesuatuyang terjadi di dalam kelas harus diamati dan dikomentari serta dicatat dalamcatatan lapangan. Sedangkan observasi kegiatan khusus, maksudnya ialahobservasi tersebut hanya memfokuskan pada kegiatan khusus yang terjadi di dalamkelas, seperti kegiatan tertentu atau praktik pembelajaran tertentu.
Ø  Menentukan kriteria yang diamati, dengan terlebih dahulu mendiskusikan ukuranapa yang digunakan dalam pengamatan.

a.      Langkah-langkah Observasi
Dalam melaksanakan observasi ada beberapa langkah/ fase utama yang harusditempuh, antara lain :
a)      Pertemuan Perencanaan
Dalam menyusun rencana observasi perlu diadakan pertemuan bersama
untuk menentukan urutan kegiatan observasi dan menyamakan persepsi antaraobserver (pengamat) dan observee (yang diamati) mengenai fokuspermasalahan yang akan diamati.
b)      Observasi Kelas
Dalam fase ini, observer mengamati proses pembelajaran danmengumpulkan data mengenai segala sesuatu yang terjadi pada prosespembelajaran tersebut, baik yang terjadi pada siswa maupun situasi di dalamkelas.
c)      Diskusi Balikan
Pada fase ini, guru sebagai peneliti bersama dengan pengamat mempelajaridata hasil observasi untuk dijadikan catatan lapangan dan mendiskusikanlangkah-langkah selanjutnya.Kegiatan ini harus dilaksanakan dalam situasisaling mendukung (mutually supportive)serta didasarkan pada informasi yangdiperoleh selama observasi.
b.   Jenis-jenis Observasi
Antara lain yaitu :
a.      Observasi Partisipan (Participant Observation)
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orangyang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakanoleh sumber data. Dengan observasi partisipasi ini, maka data yang diperolehakan lebih lengkap dan sampai mengetahui apa tingkat makna dari setiapperilaku yang nampak. Misalnya, guru yang bertindak sebagai peneliti didalam kelasnya.Sebagai guru, peneliti hendaknya mencatat hasilpengamatannya secara sistematis.
b.      Observasi Non-partisipan (Non-participant Observation)
Didalam jenis observasi ini, peneliti tidak terlibat secara langsung, penelitihanya mencatat, menganalisis, dan membuat kesimpulan tentang perilakuobjek yang diteliti. Pengumpulan data dengan observasi ini tidak akanmendapatkan data yang akurat karena peniliti tidak mengalami secaralangsung apa yang dirasakan oleh objek penelitiannya. Contohnya, seorangguru yang bertindak sebagai pengamat di kelas guru lain yang mengajar(bukan di kelasnya) dan guru tersebut hanya mengamati apa yang terjadi didalam kelas tersebut.
c.       Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secarasistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan, dan dimana tempatnya.Observasi terstruktur dilakukan apabila peneliti telah mengetahui dengan pastivariable apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan, penelitimenggunakan instrument penelitian yang telah teruji validitas danreliabilitasnya.
d.      Observasi Tidak Terstruktur
Merupakan observasi yang tidak dipersiapkansecara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karenapeneliti tidak tahu pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukanpengamatan peneliti tidak menggunaklan instrument yang telah baku, tetapihanya berupa rambu-rambu pengamatan.
e.       Observasi Terbuka
Merupakan teknik observasi yang dilakukan dengan caramencatat segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. Misalnya ketikamelakukan tanya jawab dengansiswa, segala sesuatu yang terjadi ketikakegiatan itu berlangsung dicatat olehguru sebagai bahan observasi yangselanjutnya akan dianalisis dan akhirnya dibuat kesimpulan.
f.       Observasi Terfokus
Dilakukan apabila peneliti ingin mencari data denganmenfokuskan masalah yang akan ditelitinya, misalnya peneliti inginmengumpulkan data tentang pola interaksi antara guru dengan siswa melaluiteknik bertanya guru.
g.      Observasi Sistematik
observasi ini cenderung menggunakan skala yang padadasarnya adalah hasil pemikiran orang lain yang menyusun skala tersebut,selain itu pengamatan denganmenggunakan skala akan sangat menekankanpada aspek penelitian kuantitatif, yang akan mendahulukan perhitunganjumlah dibandingkan dengan kualitas analisisnya.

      2.            Pengumpulan Data Melalui Pertanyaan
Teknik pengumpulan data yang kedua adalah melalui pertanyaan. Guru sebagaipeneliti dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa, orang tua, ataupun guru lainnya.Pengumpulan data melalui pertanyaan ini dapat dilakukan dengan menggunakanteknik wawancara atau angket.
·         Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara adalah percakapan yang dilakukanoleh pewawancara untuk memperoleh iinformasi dari terwawancara, narasumberatau informan.
Ada beberapa jenis atau bentuk wawancara, diantaranya :
Ø  Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan terlebih
dahulu menyiapkan bahan wawancara/pertanyaan.
Ø  Wawancara semi terstruktur adalah bentuk wawancara yang sudah disiapkanterlebih dahulu, tetapi memberikan keleluasaan untuk tidak langsung terfokuskepada bahasan atau mungkin mengajukan topik bahasan sendiri selamawawancara itu berlangsung.
Ø  Wawancara tidak terstruktur ialah bentuk wawancara dimana prakarsauntukmemilih topik bahasan diambil oleh orangyang diwawancarai.Apabilawawancara sudah berlangsung, pewawancara dapat mengarahkan agar informandapat menerangkan, mengelaborasi, atau mengklarifikasi jawaban yang kurangjelas.
Ø  Wawancara informal yaitu jenis percakapan bebas yang memungkinkaninterviewer untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah yangakan ditelitinya.
Ø  Wawancara formal berstruktur yaitu jenis wawancara yang dalampelaksanaannya menggunakan format wawancara yang terstruktur, jadi gurudapat menanyakan pertanyaan yang sama kepada responden.
·         Angket atau kuesioner
Merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidaklangsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden).
Instrumentpengumpul datanya juga disebut dengan angket yang berisi sejumlah pertanyaanatau pernyataan tertulis yang harus dijawab atau direspon oleh responden.
Ø  Prinsip Penulisan Angket :
v Isi dan Tujuan Pertanyaan
Maksudnya adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentukpengukuran atau bukan? Jika berbentuk pengukuran, maka dalammembuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus disusun dalamskala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukurvariabel yang diteliti.
v  Bahasa yang digunakan
Bahasa yang digunakan dalam angket harus disesuaikan dengankemampuan berbahasa responden (memerhatikan jenjang pendidikankeadaan sosial budaya dari responden).
v  Tipe dan Bentuk Pertanyaan
Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka (pertanyaan yangmengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya dalam bentukuraian) atau tertutup (pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkatatau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawabanyang telah disediakan) dan dapat pula menggunakan kalimat positifataupun negatif.
v  Pertanyaan tidak mendua (double barreled), contohnya “Bagaimanapendapat anda mengenai kualitas dan relevansi pendidikan saat ini?”
v  Tidak menanyakan yang sudah lupa, misalnya “Bagaimana kualitaspendidikan sekarang bila dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu?”
v  Pertanyaan tidak menggiring, maksudnya pertanyaan dalam angket tidakmenggiring/ mengarahkan ke jawaban yang baik atau yang buruk saja.Misalnya “Bagaimanakah prestasi belajar anda selama di sekolah yangdulu?”
v  Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalupanjang, sehingga akan membuat responden jenuh dalam mengisi
v  Urutan Pertanyaan.
Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yangumum menuju ke hal yang spesifik atua dari hal yang mudah menuju kehal yang sulit. Hal ini perlu diperhatikan karena secara psikologis dapatmemengaruhi semangat responden, jika pada awalnya sudah diberipertanyaan yang sulit maka responden akan merasa malas untuk mengisiangket yang telah meraka terima.
v  Prinsip Pengukuran.
Angket yang diberikan kepada responden merupakninstrument penelitian yang digunakan untuk mengukur variable yang akanditeliti. Olehkarena itu, angket terebut harus dapat digunakan untukmendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variable yang diukur,maka sebelum instrument angket tersebut diberikan kepada responden,sebaiknya diuji dulu validitas dan reabilitasnya.
v  Penampilan Fisik Angket
Penampilan fisik angket sebagai alatpengumpul data akan memengaruhi responden dalam mengisi angket.Angket yang dibuat dikertas buram, akan mendapat respon yang kurangmenarik dari responden.
Ø  Jenis-jenis Angket atau Kuesioner
Jenis angket berdasarkan cara responden menjawab, diantaranya :
·         Angket tidak berstruktur (terbuka)
ialah angket yang disajikan dalambentuk sederhana sehingga responden dapat memberikan jawabanbebas sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Jawaban bebas disinimaksudnya adalah uraian berupa pendapat, hasil pemikiran, tanggapan,dan lain-lain mengenai segala sesuatu yang dipertanyakan setiap itempada angket. Contoh pertanyaan angket terbuka “Bagaimana pendapatanda mengenai kenaikan standar nilai UN?”
·         Angket berstruktur (tertutup) ialah jenis angket yang setelah rumusan pertanyaannya disediakan pula alternatif jawaban yang dapat dipilih oleh responden.
Ø  Jenis angket berdasarkan bentuknya, antara lain :
o  Angket pilihan ganda (sama dengan angket tertutup)
o  Angket isian, seperti angket tercheck list/ daftar cek, sehingga,responden tinggal membubuhkan tanda check (√) pada kolom yangsesuai.
      3.            Pengumpulan Data Melalui Pembuatan dan Pemanfaatan Catatan(Examining)
Teknik pengumpulan data melalui pembuatan dan pemanfaatan catatan(examining) ini meliputi pembuatan catatan dan pemanfaatan segala hal yang dapatdikumpulkan oleh guru baik tertulis maupun tidak tertulis, antara lain:
a.      Dokumen Arsip
Dokumen memiliki arti barang-barang tertulis. Jadi dalam pengumpulan datadengan menggunakan dokumen arsip, peneliti mengumpulkan dan mencermatibenda-benda tertulis yang dapat digunakan untuk memperoleh wawasan kejadianmasa lalu, mengidentifikasi kecenderungan masa depan, dan menjelaskan tentangsesuatu seperti yang dapat diamati sekarang. Menurut Calhoun (1994, dalam Mills,2003), sumber data arsip di sekolah dapat berupa hal-hal berikut:
Ø Daftar hadir peserta didik
Ø Daftar peserta didik yang melanjutkan
Ø Daftar disiplin
Ø Daftar peserta didik yang dropout
Ø Daftar hadir pertemuan guru-orang tua peserta didik
Ø Data prestasi peserta didik dalam berbagai ajang kegiatan lomba, sepertimatematika, membaca, menulis, dll.
Ø Skor pada saat mengikuti tes standar
Ø Daftar keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstra kurikuler.
Ada berbagai dokumen yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkandata penelitian yang ada relevansinya dengan permasalahan dalam penelitiantindakan kelas, seperti:
Ø  Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Ø  Laporan-laporan diskusi
Ø  Berbagai macam hasil ujian dan tes
Ø  Laporan rapat
Ø  Laporan tugas siswa
Ø  Bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam pembelajaran
Ø  Contoh essay yang ditulis siswa (Elliot, 1991 dalam rochiati 2005)
Menurut goetz dan LeCompte (1984 dalam rochiati 2005), dokumen yangmenyangkut para partisipan penelitian akan menyediakan kerangka bagi data yangmendasar, antara lain:
Ø  koleksi dan analisis buku teks
Ø  kurikulum dan pedoman pelaksanaannya
Ø  arsip penerimaan siswa baru
Ø  catatan rapat
Ø  catatan tentang siswa
Ø  rencana pelaksanaan pembelajaran dan catatan guru
Ø  hasil karya siswa
Ø  kumpulan dokumen pemerintah
Ø  koleksi arsip guru berupa buku harian, catatan peristiwa penting (logs) dankenang-kenangan dari siswa angkatan lama
b.      Catatan Harian
Catatan harian (diaries) adalah catatan pribadi tentang pengamatan, perasaan,tanggapan, penafsiran, refleksi, firasat, hipotesis dan penjelasan. Catatan tidakhanya melaporkan kejadian tugas sehari-hari, melainkan juga mengungkapkanperasaan bagaimana rasanya berpartisipasi dalam penelitian tindakan kelas.
c.       Catatan Lapangan
Yang dimaksud Catatan lapangan (field notes) dalam penelitian adalahbuktitentik berupa catatan pokok, atau catatan terurai tentang proses apa yang terjadi dilapangan, sesuai dengan fokus penelitian, ditulis secara deskriptif dan reflektif.Catatan lapangan ini dibuat oleh peneliti atau mitra peneliti yang melakukanpengamatan atau observasi terhadap subjek atau objek penelitian tindakan kelas.Berbagai hasil pengamatan tentang aspek pembelajaran di kelas, suasana kelas,pengelolaan kelas, interaksi guru dengan siswa, interaksi siswa dengan siswa danbeberapa aspek lainnya dapat dicatat sebagai catatan lapangan dan akan digunakansebagai sumber data PTK. Pada umumnya catatan lapangan dibuat dengan tulisantangan si peneliti, yang hanya dimengerti oleh dirinya saja.
d.      Jurnal
Jurnal Harian adalah salah satu format yang merupakan modifikasi catatanlapangan (field notes) yang dapat dimanfaatkan oleh guru yang merangkap fungsisebagai pelaku tindakan perbaikan dan pengamat dengan hasil yang menjanjikan.Sebagaimana telah dikemukakan jurnal harian merupakan semacam catatan hariansehinggga dapat berfungsi sebagai rekaman pengamatan yang sangat efektif. Jurnalharian merupakan alat bantu yang lebih sederhana yang sangat praktis namun jugacukup produktif, sehingga cocok digunakan oleh pengamat yang juga sekaliguspelaku tindakan.
Cochran Smith Lytle (1993,dalam Mills, 2003) mengemukakan bahwa jurnal guru merupakan bagianterpenting dalam PTK karena jurnal guru/calon guru mungkin berisi hal-hal sepertiberikut:     
Ø  Catatan mengenai kehidupan di kelas di mana guru/calon guru mencatat hasilpengamatan dan merefleksikan pengalaman mengajarnya.
Ø  Catatan mengenai deskripsi, analisis, dan interpretasi guru/calon guru.
Ø  Catatan mengenai pokok-pokok kejadian dalam kelas yang dialami peserta didikdan apa arti kejadian ini bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran berikutnya.
Ø  Catatan sebagai landasan untuk mengamati kembali, menganalisis, danmengevaluasi pengalaman mereka.
Ø  Catatan mengenai apa yang terjadi dalam kelas dilihat dari kaca mata guru.
e.       Peta (Map)
Peta tempat duduk peserta didik dalam kelas maupun letak peralatan dalamkelas sangat membantu guru yang baru pertama kalinya masuk ke kelas itu. Petamemberikan wawasan konseptual dengan alat untuk melakukan refleksi dengancara berpikir kembali mengenai keadaan kelas.
f.       Rekaman Foto, Slide, Tape, dan Video
Rekaman foto, slide, tape, dan video merupakan sumber data tidak tertulisyang dapat membantu guru dalam memantau kegiatannya di kelas sehinggapeneliti mempunyai alat pencatatan untuk menggambarkan apa yang sedang terjadidi kelas pada waktu pembelajaran dalam rangka penelitian tindakan kelas. Alat-alatelektronik ini berfungsi untuk menangkap suasana kelas, detail tentang peristiwa-peristiwapenting atau khusus yang terjadi atau ilustrasi dari episode tertentusehingga dapat digunakan untuk membantu mendeskripsikan apa yang peneliticatat di catatan lapangan, apabila memungkinkan. Gambar-gambar foto, cuplikanrekaman tape atau slide berguna juga dalam wawancara, baik untuk memulai topicpembicaraan ataupun untuk mengingatkan agar peneliti tidak menyimpang daritujuan wawancara.
Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yangtelah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Misalnya, dengan memutarkembali hasil rekaman proses pembelajaran. Setiap usai liputan, rekaman diputarulang, dilihat bersama (peneliti dan para kolaborator). Kemudian diadakan diskusi,untuk melihat gejala apa, data apa yang dapat diakses ? apa yang dapat dikritisisebagai titik lemah, terutama pada sisi cara atau pendekatan pembelajaran, atauteknik penilaian serta alat-alat yang digunakan. Akses data penelitian lewat teknikini, lebih bersifat otentik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artinya,objektivitas data yang dituturkan secara deskriptif betul betul didasarkan pada faktayang terjadi di lapangan.
Dengan demikian, data dokumentasi gambaran utuh itu,digunakan pula dalam proses validasi data. Dengan video dan tape recorder gurujuga dapat mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yangmenjadi perhatian penelitian, sehingga guru memperoleh kesempatan untukmelakukan refleksi mengenai penguasaan konsep, keterampilan, dan sikap pesertadidiknya. Selain itu, foto juga dapat dibuat untuk memberikan penekanan atassuatu peristiwa yang terjadi di kelas. Pada proses analisis dibahas apa yangdiharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yangdiharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan,dan apakah perlu dilakukan tindak lanjut.
Alat bantu rekam elektronik memang menjanjikan kelengkapan dokumentasi,meskipun masih mengandung keterbatasan - keterbatasan juga. Kamera hanyamampu merekam informasi visual, sedangkan kamera video dapat merekam 2dimensi informasi yaitu audio dan visual, meskipun masih tetap ada keterbatasanteknis seperti misalnya dari segi sudut pandang kamera. Dalam banyak hal,penggunaan berbagai alat bantu rekam yang canggih memang sangat menggodadan menjanjikan kemanfaatan yang nyata untuk keperluan - keperluan tertentudalam bentuk kelengkapan rekaman.
Namun disamping berbagai keuntungan yangdijanjikannya, penggunaan alat bantu rekam dalam konteks PTK juga perludipertimbangkan dari segi kelayakannya (feasibility). Artinya, hasil rekaman yangsangat lengkap dengan alat bantu rekam yang canggih itu, tidak akantermanfaatkan secara maksimal apabila untuk keperluan tayang ulang (replay)karena diperlukan persiapan dan/atau perlengkapan yang memakan waktu untukmenggelarnya. Belum lagi apabila juga diperhitungkan investasi yang diperlukanatau gangguan (intusion) yang diakibatkan dalam penggunaannya. Alat bantuperekaman elektronik lebih berpeluang menghasilkan gambaran yang lebihobyektif, namun agar benar - benar bermanfaat sebagai masukan, interpretasisecara jelas memang dibutuhkan. Oleh karena itu, hasil rekaman elektronik harussecepatnya ditranskripsikan dan dibubuhi catatan - catatan sesuai dengan keperluansehingga terwujud sebagai catatan lapangan (field notes).
Dalam penggunaan alat-alat elektronik seperti alat pengambil foto, slides dankamera video jangan sampai mengganggu siswa dan guru yang sedang terlibat.
Dalam pembelajaran serta tidak mengganggu jalannya pembelajaran di kelas karenadi khawatirkan para siswa akan lebih terpikat pada kesibukan rekaman video daripada berpartisipasi dalam pembelajaran itu sendiri. Untuk itu alat pengambil foto,slides dan kamera video sebaiknya dipegang oleh mitra peneliti (teman sejawat)bukan oleh penyaji bahan pembelajaran.
2.      Instrumen untuk mengumpulkan data PTK
Instrumen untuk mengumpulkan data PTK dapat dipahami dari dua sisi, yaitu sisiproses dan sisi hal yang diamati (Susilo dan Kisyani, 2006).
1.      Dari sisi Proses
Dari sisi proses , instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yangberkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).

a.    Instrumen untuk Input
Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalahbeserta pendukungnya. Misalnya, akar masalah berupa bekal awal/prestasi tertentudari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapatmenjadi instrument yang tepat,disamping itu mungkin diperlukan pula instrumentpendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan,misalnya buku teks dalam kondisi awal dan sebagainya.
b.    Instrumen untuk Proses
Instrumen untuk proses ini digunakan pada saat proses berlangsung dan berkaitanerat dengan tindakan yang akan dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyakformat yang dapat digunakan tetapi hendaknya sesuai dengan tindakan yangdipilih.
c.    Instrumen untuk Output
Instrumen untuk output ini berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasilberdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
2.      Dari sisi hal yang diamati
Dari sisi hal yang diamati, instrument dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
a.    Pengamatan terhadap guru (Observing Teacher)
Pengamatan merupakan alat efektif untuk mempelajari tentang metode danstrategi yang diimplementasikan dikelas.Salah satu bentuk instrumentpengamatan tersebut adalah catatan anecdotal (anecdotal record).Catatananekdotal adalah catatan peneliti mengenai segala sesuatu yang terjadi pada saat pengamatan berlangsung.Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal yang spesifik yang terjadi didalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswadalam pembelajaran.Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secarainformal dalam bentuk naratif.Sejauh mungkin catatan itu memuat deskripsi rincidan lugas peristiwa yang terjadi di kelas.

b.      Pengamatan terhadap kelas (Observing Classrooms)
Catatan anecdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadapsegala peristiwa yang terjadi dikelas.Pengamatn tersebut sangat bermanfaatkarena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik dikelas.Disamping itu pengamatan tersebut dapat menunjukkan strategi yang digunakanguru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi dikelas.Catatan anecdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tataletaknya, dan manajemen kelas.Beberapa model catatan anecdotal kelas yang diusulkan oleh Reed danBergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK adalah sebagai berikut :
1) Format anecdotal organisasi kelas.
2) Format peta kelas
3) Format skala pengodean lingkungan sosial kelas.
4) Lembar cek wawancara personalia sekolah.
5) Lembar cek kompetensi
c.       Pengamatan terhadap peserta didik (Observing Student)
Pengamatan terhadap perilaku peserta didik dapat mengungkapkan berbagaihal yang menarik.Masing-masing individu peserta didik dapat diamati secaraindividual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan setelah pembelajaranusai.Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati dalam kurun waktutertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tinadakandiimplementasikan, dan sesuai tindakan.
3.      Hal- hal yang Harus Diperhatikan dalam Pengumpulan Data PenelitianTindakan Kelas.
Dalam pengumpulan data Penelitian Tindakan Kelas terdapat hal penting yang harusdiperhatikan yaitu instrumen penelitian. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitasyang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudahdan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis. Dari instrumentpenelitian ini akan didapatkan hasil berupa data yang akan digunakan dalam penelitian.Instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data dalam penelitian harus betul-betuldirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data sebagaimana adanya.
Hal ini disebabkan karena benarnya data yang dihasilkan, sangat menentukan bermututidaknya hasil penelitian.Apabila mengkaji hakikat dari instrumen penelitian, sebaiknya penelitimemperhitungkan terlebih dahulu jenis data yang dibutuhkan dan ingin di dapatkandalam penelitian. Setelah itu instrumen mana yang akan digunakan dalam pengumpulandata. Peneliti harus mengusai betul metode atau teknik yang digunakan dalampengumpulan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dapat berjumlah lebihdari satu jenis instrumen. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dalam penelitian dantingkat kejelasan data yang didapatkan. Karena dalam penggunaan instrumen ini terdapatdua kategori instrumen, yaitu instrumen utama dan instrumen tambahan.
Instrumenutama ini digunakan sebagai alat pengumpul data yang diutamakan, sedangkaninstrumen tambahan digunakan apabila data yang dihasilkan oleh instrumen utama initidak didapatkan kejelasan tentang permasalahan yang sebenarnya atau tingkatkedalaman permasalahan.Setelah ditetapkan jenis instrumen yang akan digunakan, peneliti menyusun kisi-kisiinstrumen. Kisi-kisi ini berisi lingkup pertanyaan, abilitas yang diukur, jenis pertanyaan,banyak pertanyaan, waktu yang dibutuhkan. Materi atau lingkup materi pertanyaandidasarkan dari indikator variabel. Artinya, setiap indikator akan menghasilkan beberaparuang lingkup isi pertanyaan serta abilitas yang diukurnya.
Abilitas dimaksudkan adalahkemampuan yang diharapkan dari subjek yang diteliti. Misalnya kalau diukur prestasibelajar, maka abilitas prestasi tersebut dilihat dari kemampuan subjek dalam halpengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Atau bila yang diukuradalah sikap seseorang, maka lingkup abilitas sikap yang diukur kita bedakan menjadiaspek kognitif, afektif dan psikomotornya. Lalu langkah selanjutnya adalah berdasarkankisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusu
Sitem atau pertanyaan sesuai dengan jenisinstrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi.Sebuah instrumen penelitian dapat dikatakan baik bila memenuhi tiga kriteria pokokyaitu validitas, reabilitas dan praktikabilitas.